Menggali Potensi Wisata Kesehatan di Bali

Belum lama ini, pemerintah Indonesia mempromosikan Bali sebagai sentra wisata kesehatan. Menko Maritim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu Sandiaga Uno serta Luhut Pandjaitan gencar mengkampanyekan Pulau Dewata agar menjadi wisata kesehatan di Indonesia. Kebijakan tersebut didasarkan sebab Indonesia ternyata adalah negara dengan pasien terbanyak di dunia. Bahkan saking banyaknya, Indonesia telah mengalahkan negara Amerika. Hal tersebut berdasar pada Pwc atau Riset Pricewaterhousecoopers Indonesia.

Jumlah yang besar sekali di dunia dan bahkan mengalahkan negara Amerika Serikat yaitu dengan 500.000 jiwa wisatawan medis. Telah menjadi rahasia yang umum, orang kaya Indonesia lebih senang untuk berobat ke luar negeri. Contohnya Thailand, Singapura, dan Malaysia. Bagi sebagian besar penduduk Medan, Aceh, dan Riau berobat ke Malaysia atau Singapura memang jauh lebih dekat daripada Jakarta.

Selain itu juga memiliki alasan lain yaitu pelayanan kesehatan di luar negeri relatif lebih murah. Dan juga jauh lebih profesional serta nyaman untuk wisata. Pada rata-ratanya, pengeluaran wisatawan medis kurang lebih sebesar 3.000 sampai 10.000 dollar AS per orangnya. Biaya ini dihabiskan sebelum adanya pandemi COVID-19.

Sekarang ini pasti biaya itu naik drastis apalagi jika pasien diharuskan masuk karantina terlebih dahulu. Dan biayanya pun ditanggung oleh wisatawan. Namun selama pandemi COVID-19, wisatawan medis Indonesia sudah tidak dapat lagi berobat ke luar negeri. Hal ini karena adanya hambatan serta keterbatasan perjalanan wisata.

Hal ini tentunya menjadi peluang yang sangat bagus bagi Indonesia agar menggarap wisatawan medisnya untuk berobat ke dalam negeri saja. Maka dari itu Bali dipilih untuk menjadi pusat atau sentra wisatawan medis asal nusantara. Bali adalah pilihan yang tepat. Selain itu Bali juga menjadi destinasi wisata kelas dunia.

Dan saat ini pemerintah tinggal hanya menambah nilai tambah Bali untuk menjadi sentra destinasi wisata kesehatan. Maka dari itu Anda perlu menggali potensi wisata kesehatan di Bali. Masa pandemi sekarang ini merupakan momentum yang tepat untuk mulai membenahi sistem pelayanan kesehatan dalam negeri. Serta memanfaatkan potensi pasar wisatawan kesehatan nusantara.

Akreditasi Wisata Kesehatan di Bali

Provinsi Bali sebenarnya juga telah lama menjadi destinasi wisata kesehatan. Dan terutama pada wisatawan medis mancanegara. Sudah banyak rumah sakit di Bali yang mendapatkan akreditasi dari luar negeri. Layanan kesehatan di provinsi Bali mendapatkan kepercayaan dari wisatawan mancanegara dan kepercayaan ini pun juga sangat bervariasi.

Namun yang menjadi dominan adalah layanan di bidang kecantikan. Contohnya face implan, bedah plastik, liposuction, face lift, sampai yang bersifat non-invasif. Layanan non-invasif yang dimaksud disini adalah seperti filler, suntik botox, serta thread lift. Jumlah pasiennya pun bisa mencapai hingga 60 pasien per bulannya dan dengan pendapatan yaitu sekitar Rp1,2 miliar.

Akan tetapi, pelayanan kesehatan di Bali tidak hanya di bidang medis saja. Namun Bali kini telah dikenal dunia sebagai salah satu tempat meditasi yang dapat mengatasi stress. Selain itu juga dapat menimbulkan ketenangan, mengelola kecemasan dan emosional, serta kenyamanan hidup.

Bali juga terkenal di dunia yaitu sebagai wisata spa kelas dunia. Di berbagai pelosok Pulau Dewata mempunyai banyak sekali penawaran pengobatan spa. Dan juga pijat atau massage tradisional yang merupakan salah satu bagian dari pelayanan kesehatan non fisik dan fisik.

Wisata massage atau pijat dan med spa ini juga banyak menyerap tenaga kerja lokal serta pengobatan secara herbal dengan menggunakan ramuan tradisional Bali. Kegiatan tahunan yaitu Bali Spirit juga sudah menjadi salah satu kalender dunia untuk para pecinta yoga di luar maupun dalam negeri. Wisatawan kesehatan medis mancanegara pun telah banyak sekali mempercayai wisata medis di Bali. Selain itu juga sudah banyak yang menggali potensi wisata kesehatan di Bali.

Oleh karena itu hal ini bisa meningkatkan kepercayaan kepada wisatawan kesehatan nusantara agar berobat di negara sendiri yaitu di Bali. Selain untuk berobat juga berwisata di destinasi wisata kelas dunia. Dan juga sudah banyak sekali yang banyak menggali potensi wisata kesehatan di Bali.

Itulah tadi pembahasan mengenai menggali potensi wisata kesehatan di Bali. Anda bisa langsung ke Bali untuk berwisata kesehatan. Selain itu juga jika ke Bali Anda dapat berwisata di destinasi wisata kelas tingkat dunia. Anda juga dapat langsung menggali potensi wisata kesehatan di Bali yang sangat bagus. Nah, supaya Anda bisa leluasa mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di Bali. Anda bisa menggunakan jasa sewa mobil murah di Bali. Dengan begitu, Anda bisa mengunjungi berbagai tempat wisata di Bali tanpa khawatir batas waktu.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top