6 Fakta Menarik Tentang Penyakit Malaria yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Nyamuk semakin berkembang biak apalagi saat musim hujan seperti ini, biasanya nyamuk senang di tempat yang lembab. Mungkin Anda beranggapan gigitan nyamuk merupakan hal yang wajar, tapi  jangan sepelekan hal ini karena gigitan nyamuk ternyata berbahaya.

Gigitan nyamuk apalagi jenis anopheles dapat menyebabkan penyakit malaria yang membuat infeksi bagi penderitanya. Gejala umum penderitanya seperti nyeri otot, demam, badan menggigil dan juga seperti orang terkena flu.

Bahkan jika sudah terkena penyakit malaria, tapi dibiarkan begitu saja akan semakin parah bisa mengakibatkan kerusakan pada paru-paru, otak dan jantung. Jika sudah mengalami pertanda seperti itu, segera lakukan pemeriksaan agar cepat ditangani.

Selain itu, penyakit malaria juga memiliki fakta menarik yang belum Anda ketahui loh. Kira-kira apa saja faktanya? Mari kita simak bersama penjelasannya mengenai hal tersebut, berikut ini.

 

1. Penyakit Malaria Berakibat Kematian

Penyakit malaria yang sudah akut bisa mengancam nyawa, bahkan bisa berakibat penyakit komplikasi lainnya, seperti : 

  • Penyakit anemia berat : ketika sel darah merah pada tubuh sudah tidak mampu mencakup oksigen lagi untuk diedarkan keseluruh tubuh. Dengan begitu akan tubuh akan kekurangan oksigen dan menyebabkan sel tubuh menjadi rusak.
  • Malaria otak atau malaria serebral : ketika saluran pembuluh darah tersumbat, untuk membawa darah ke otak yang disebabkan oleh penurunan kesadaran dan kejang-kejang.
  • Organ tubuh tidak berfungsi dengan baik : penyakit malaria dapat membuat organ menyebabkan kegagalan pada organ tubuh seperti ginjal, hati, dan mengalami pendarahan.

 

2. Ada Beberapa Kasus Malaria di Daerah Indonesia

Di negara kita kasus malaria sudah semakin tinggi yang ada di beberapa daerah, oleh karena itu Anda wajib waspada jika berkunjung ke daerah lain. Apalagi daerah termasuk salah satunya yang memiliki kasus malaria, karena masih sering kali terjadi.

Pastikan hal tersebut, agar Anda tidak terinfeksi penyakit malaria. Beberapa daerahnya di Indonesia dengan kasus malaria tertinggi yaitu,  Nusa Tenggara Barat, Papua, dan Papua Barat.

 

3. Penyakit Malaria Rentang Menyerang Ibu Hamil

Jika ibu hamil terinfeksi penyakit malaria dapat mengakibatkan komplikasi, ibu hamil bisa mengalami keguguran, anak terlahir prematur, aborsi spontan, dan anemia. Bahkan WHO sudah menyarankan untuk melakukan pemeriksaan insentif ke daerah yang memiliki kasus malaria tinggi.

Selain melakukan pemeriksaan, juga perlu menjadwalkan kunjungan sesudah trimester pertama. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kenaikan kasus malaria di beberapa daerah.

 

4. Melakukan Pencegahan Penyakit Malaria

Semua orang pastinya tidak ingin terkena penyakit, dengan begitu Anda perlu melakukan pencegahan agar tidak terinfeksi penyakit malaria. Langkah awal yang perlu dilakukan untuk mengurangi gigitan nyamuk, dengan cara berikut ini : 

  • Gunakanlah baju atau celana yang panjang agar tidak digigit nyamuk.
  • Pakai soffel atau jenis lotion anti nyamuk lainnya. 
  • Gunakan kelambu untuk ranjang atau tempat tidur.
  • Bersihkan area yang lembab menjadi habitat nyamuk, seperti genangan air.
  • Jika ingin melakukan kunjungan ke daerah yang memiliki kasus penyakit malaria tinggi, lakukan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu agar diberikan obat antibiotik untuk mencegah gigitan nyamuk, obat tersebut bisa diminum secara rutin.

 

5. Nyamuk Anopheles Lebih Aktif Pada Malam atau Pagi hari

Ada jam tertentu nyamuk jenis itu akan menyerang biasanya terjadi sekitar jam 9 malam dan jam 5 subuh pagi. Terutama saat Anda menghabiskan waktu diluar ruangan, perlu waspada dan berhati-hati.

Nyamuk yang menggigit lebih aktif dan menyebabkan malaria adalah nyamuk betina, oleh karena itu Anda perlu melakukan pencegahan agar tidak tergigit nyamuk dengan memakai kelambu, atau menggunakan insektisida di malam hari.

 

6. Penurunan Kasus Malaria

Kasus penyakit malaria di negara kita sudah mulai menurun terlihat dari tahun 2010 sampai 2020 yang dilihat dari data kementerian kesehatan negara kita. Dijelaskan bahwa pada tahun 2010 kasusnya 465,6 ribu.

Sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan menjadi 235,7 ribu. Daerah yang mengalami penurunan dari kasus malaria adalah ibu kota Jakarta, Bali dan Jawa Timur. Meskipun begitu Anda harus tetap melakukan pencegahan penyakit malaria.

 

Itulah 6 fakta menarik tentang penyakit malaria yang perlu Anda ketahui, apalagi penyakit ini sering ditemui dan kasusnya banyak di daerah Indonesia. Lakukanlah beberapa pencegahan agar tidak terinfeksi penyakit ini.

Jika sudah terkena segera lakukan pemeriksaan insentif agar bisa sembuh, dan jagalah lingkungan sekitar Anda agar tidak menjadi habitat berkembang biak nyamuk terutama nyamuk anopheles. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top
Scroll to Top