Perbedaan Asuransi Jiwa Term Life Vs Whole Life Beserta Rekomendasinya

Memilih asuransi tentu harus disesuaikan dengan berbagi macam kebutuh dan kondisi. Saat ini banyak sekali penyedia jasa yang menawarkan berbagai macam penyedia jasa asuransi. Asuransi mempunyai berbagai macam jenisnya, antara lain Term life Insurance(Asuransi Jiwa Berjangka), Whole Life Insurance(Asuransi Jiwa Seumur Hidup), Endowment Insurance(Asuransi Jiwa Dwiguna) dan Asuransi Unit Link.

Secara mendasar, terdapat dua pilihan asuransi yang paling penting yaitu asuransi jiwa term life dan asuransi jiwa whole life. Kedua asuransi ini memberikan beberapa manfaat berupa uang pertanggungan pada saat meninggal. Apa saja perbedaannya? Simak penjelasan lengkapnya mengenai perbedaan asuransi jiwa term life dan whole life beserta rekomendasinya di bawah ini :

1. Jangka Waktu Perlindungan

Untuk asuransi Jiwa Term Life masa pertanggungan nya hanya terbatas, biasanya hanya satu tahun dan maksimal waktunya 20 tahun. Sedangkan untuk asuransi jiwa Whole Life ini memberikan masa pertanggungan hingga usia 99 tahun.

Untuk kali ini, asuransi jiwa term life lebih cukup unggul dibandingkan dengan whole life. Bukan berate bahwa kita tidak ingin mempunyai umur yang panjang. Tetapi, Badan Pusat Statistika menunjukkan untuk angka harapan hidup seseorang bekisar pada usia 69 tahun.

Tetapi, semakin lama kita membayar biaya premi maka kan semkain besar jumlah yang akan dibayarkan. Sementara itu dengan waktu yang singkat, maka premi yang dibayarkan juga tergolong lebih kecil. Maka dari itu, untuk waktu perlindungan ini asuransi jiwa term life menjadi alternatif untuk asuransi kesehatan.

2. Nilai Tunai

Perbedaan selanjutnya yang paling mendasar yaitu terletak pada nilai tunai. Nilai tunai ini merupakan sejumlah uang yang harus dibayarkan dan disetor kepada nasabah dan ahli waris. Penyetoran ini dilakukan di akhir masa polis.

Sedangkan Asuransi term life hanya memberikan sebuah uang pertanggungan saja apabila terjadi klaim meninggal dunia pada masa pertanggungan. Pada saat periode tersebut tidak ada klaim, maka biaya premi yang sudah dibayarkan akan hangus.

Sedangkan untuk asuransi whole life, nasabah dan ahli waris akan mendapatkan nilai tunai yang jumlahnya sudah pasti dari awal dan di akhir masa polis.

3. Cuti premi

Di dalam asuransi jiwa term life tidak mengenal istilah cuti premi. Dan jika Anda tidak membayar premi atau cuti premi maka polis Anda akan mati. Sementara di asuransi jiwa whole life, Anda dapat mengajukan cuti premi. Hal ini karena adanya nilai tunai yang dapat meng-cover premi tersebut.

Dan bahkan juga beberapa produk asuransi jiwa whole life ada yang menggunakan sistem pembayaran premi secara terbatas. Contohnya 20 tahun, 30 tahun, atau juga 40 tahun. Namun nasabah akan di-cover sampai seumur hidup.

4. Biaya premi

Asuransi jiwa term life mempunyai biaya yang jauh lebih murah dibandingkan asuransi jiwa whole life. Hal ini dikarenakan tidak adanya alokasi dana pada nilai waktu serta waktu pertanggungan yang lebih pendek.
Sebagai contoh, Anda mengambil asuransi jiwa yang memiliki jangka dengan premi Rp5,6 juta per tahun selama 20 tahun. Maka uang pertanggungan yang ditawarkan yaitu Rp750 juta. Dan asuransi jiwa whole life memiliki kemungkinan dengan UP lebih rendah atau premi dua kali lipat.

Tetapi biaya premi asuransi jiwa term life dapat saja meningkat setelah akhir masa polis atau setelah masa pertanggungan. Sementara itu juga, di asuransi whole life menerapkan premi flat dengan jangka waktu seumur hidup.

Rekomendasi Asuransi Jiwa Term Life dan Whole Life

berikut ini merupakan beberapa rekomendasi asuransi jiwa dilansir dari lifepal.com:

1. AIA

Jenis asuransi ini sangatlah direkomendasikan untuk Anda yang ingin melakukannya. Sebab, asuransi dari AIA menawarkan fasilitas yang cukup menggiurkan, seperti uang pertanggung jawaban apabila sang pemegang polis meninggal dunia dan juga menanggung biaya pengobatan/perawatan berdasarkan penyakit kritis dengan batas usia maksimal 99 tahun.
Selain itu, pemegang polis juga diperkenankan untuk memilih jangka waktu pembayaran premi dengan kisaran waktu antara 10 sampai dengan 20 tahun.

2. Prudential

Asuransi ini juga sangat direkomendasikan untuk para polis karena tersedia dalam bentuk syariah dan konvensional. Jenis asuransi jiwa ini tergolong unit link, yang berarti polis berhak mendapatkan uang pertanggung jawaban apabila meninggal dunia dan uang tunai investasi.
Kisaran preminya bisa didapatkan mulai dari Rp. 400.000 per bulannya.

3. Sequis Life

Untuk Anda yang mencari jenis asuransi jiwa mikro, maka jenis asuransi ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Seperti jenis asuransi sebelumnya, jenis asuransi ini juga menawarkan uang pertanggung jawaban apabila meninggal dunia dan juga uang pembedahan sekaligus.
Jenis asuransi ini juga sangat cocok untuk polis yang memiliki anggaran terbatas.

4. Manulife

Jenis asuransi berikutnya merupakan asuransi yang juga memberikan uang pertanggung jawaban atas meninggalnya pemegang asuransi, bahkan dananya bisa mencapai 300 juta. Selain itu, pemegang asuransi juga akan mendapatkan pengembalian premi sebanyak 100% di akhir masa asuransi.

5. AXA Mandiri

AXA Mandiri ini adalah termasuk salah satu polis asuransi jiwa yang murni dan terbaik. Mengapa seperti itu? Karena polis ini menawarkan pelayan perlindungan hingga 10 tahun lamanya. Polis ini memberikan manfaat pengembalian premi sebesar 110% apabila klaim tidak ada.

6. Cigna

Cigna Family Easy Life ialah suatu produk andalan dari cigna. Mengapa? Karena dapat menanggung keluarga dalam satu polis dengan mengembalikan premi pada akhir masa asuransinya hingga 7 anggota keluarga. Nasabah dapat mendapatkan uang sebesar Rp 500.000.000,- dalam masa perlindungan selama 10 tahun.

7. Sunlife

Salah satu polis menarik yang diberikan dari sunlife adalah Asuransi Sun Safety Like, selain ia memberikan proteksi jiwa, ia juga menanggung resiko penyakit kritis dengan mengembalikan premi sebesar 50%.

8. Simas Jiwa

Polis unggulan dari simas jiwa ini ialah Siji Guard. Polis ini dapat menanggung nasabah hingga usia 69 tahun. Selain itu, polis ini juga menanggung biaya perawatan di rumah sakit apabila nasabah mengalami musibah kecelakaan.

9. BCA Life

Angsuran jiwa ini termasuk ansuran jiwa terbaik di Indonesia. Polis ini memberikan uang sebagai pertanggungjawaban hingga sebesar Rp 1 miliar dan manfaat kembalian hingga mencapai angka premi 50% di akhir masa polis. Uang pertanggungjawaban ini diberikan kepada nasabah yang meninggal dunia dikarenakan sakit ataupun kecelakaan.

 

Nah, itu dia artikel pembahasan mengenai perbedaan asuransi jiwa term life vs whole life dan beberapa rekomendasi asuransi jiwa yang dapat anda pilih atau anda gunakan. Sekian dari penulis, semoga bermanfaat!
Untuk informasi lebih lengkap mengenai investasi maupun asuransi, Anda bisa mengunjungi website berikut ini,https://vinansio.com/ .

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top