Penyebab Nyeri Ulu Hati dan Tips Mengatasinya

Apakah Anda pernah mengalami rasa sakit di bagian ulu hati? Mungkin sebagian orang pernah merasakannya. Rasa sakit di bagian ulu hati dinamakan nyeri ulu hati. Nyeri ulu hati terjadi di bagian dada. Ulu hati terletak di bawah dada dan di antara tulang rusuk. Biasanya nyeri ulu hati terjadi karena telat makan atau terjadi setelah makan makanan yang banyak. Hal tersebut disebabkan oleh asam lambung atau naiknya asam lambung sampai tenggorokan. Saat asam lambung naik, tenggorokan akan terasa asam, ada yang nyeri di bagian tenggorokan, dan panas dibagian dada. Jadi banyak sekali yang akan kita rasakan apabila kita mengalami nyeri ulu hati, diantaranya yaitu sendawa, perut kembung, mual, dan muntah-muntah termasuk sakit pada bagian ulu hati.  

Jika Anda mengalami nyeri ulu hati sesekali, itu masih tergolong wajar. Tetapi kalau sudah sering mengalami, kemudian hingga mengganggu aktivitas, itu menjadi tidak wajar lagi. Ada beberapa penyebab nyeri ulu hati yang harus Anda waspadai. Berikut beberapa penyakit penyebab nyeri ulu hati.

Gastritis 

Pada umumnya orang akan menganggap gastritis ini adalah penyakit maag. Kebanyakan orang yang mengalami nyeri ulu hati akan menyimpulkan bahwa ia sedang sakit maag. Atau jika mereka mengalami perut kembung, mual, muntah, atau rasa terbakar di dada pasti juga cepat menyimpulkan bahwa itu adalah maag. Padahal hal tersebut salah. Maag dengan Gastritis jelas berbeda. Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung. Ada beberapa macam gejala gastritis diantaranya mengalami rasa panas di perut, nyeri ulu hati, mual, muntah. Kalau peradangan dinding lambung sudah parah, maka akan mengalami gejala seperti muntah darah dan feses berwarna hitam. 

Tukak Lambung 

Tukak lambung adalah terkikisnya bagian dalam lambung. Tukak lambung ini disebabkan infeksi bakteri H Pylori ataupun disebabkan oleh obat-obatan seperti pereda nyeri atau penahan rasa sakit. Apabila obat pereda nyeri ini dikonsumsi terus menerus, akan menyebabkan lambung ataupun lapisan di dalamnya mudah terkikis. Hal ini disebabkan tidak seimbangnya jumlah obat dengan kemampuan lambung untuk mencerna obat tersebut. Gejala tukak lambung diantaranya nyeri ulu hati, mual, muntah,  perut kembung, sendawa, kemudian timbul rasa mudah kenyang atau merasa begah di perut. Gejala-gejala tadi akan bertambah parah apabila mengkonsumsi obat dengan keadaan perut kosong. Jika tukak lambung bertambah parah, gejala yang muncul seperti muntah berwarna hitam dan feses berwarna hitam.

Batu Empedu 

Batu empedu ini juga bisa menyebabkan rasa nyeri dibagian ulu hati karena penyumbatan saluran empedu. Gejalanya selain nyeri ulu hati yaitu penurunan nafsu makan, mual, muntah, perut kembung, badan menjadi kuning, feses seperti tanah liat, demam dan juga yang paling sering yaitu nyeri perut di bagian sebelah kanan. Batu empedu paling sering terjadi pada perempuan usia subur ataupun usia di atas 40 tahun yang obesitas. Untuk Anda yang sudah masuk kriteria tersebut hati-hati, bukan untuk menakut-nakuti, tetapi memang batu empedu ini tidak boleh diremehkan. Untuk mencegah batu empedu, terapkan pola makan hidup sehat, kurangi makanan berlemak, olahraga teratur, menjaga berat badan ideal, dan konsumsi makanan yang berserat.

Pankreatitis 

Pankreatitis merupakan peradangan pada pankreas. Gejalanya selain nyeri ulu hati yaitu mual, muntah, demam, fesesnya berbau dan tidak sedikit yang mengalami diare. 

Jadi sangat penting untuk menjaga kesehatan. Ubah pola hidup menjadi lebih sehat agar terhindar dari gejala-gejala tadi. Anda dapat melakukan tips yang akan saya jelaskan untuk mengatasi keluhan nyeri di ulu hati. Tetapi bukan mengatasi batu empedu ataupun parkreatitis. Seandainya Anda sudah terkena batu empedu ataupun pankreatitis, Anda harus segera untuk mendapatkan pertolongan medis, jangan segan-segan untuk mengunjungi dokter. 

  1. Hindari rokok, alkohol, dan kafein 

Ketiganya ini bisa memperlemah sfingter esofagus ataupun batas antara lambung dan juga esofagus. Jika Anda mengkonsumsi ketiga ini otomatis kemungkinan asam lambung naik ke atas semakin meningkat. Yang sudah mengalami refluks lambung akan semakin bertambah parahnya jika Anda tetap mengkonsumsi bahan ini.  keluhan temen-temen nyeri ulu hatinya juga akan semakin parah jadi hari ketiga ini 

  1. Jangan berbaring setelah makan 

Memang saat kita selesai makan itu rasanya memang paling enak berbaring. Hal ini karena efek setelah makan adalah mengantuk dan jika sudah berbaring akan tertidur. Lalu bagaimana jika hal ini dilakukan? Lambung akan menjadi tidak sehat dan otot sfingter esophagus juga bisa melemah. Jika Anda mengantuk setelah makan, lakukan aktivitas ringan seperti berjalan dan melakukan aktivitas ringan lainnya, usahakan jangan berbaring setelah makan.

  1. Gunakan pakaian yang longgar 

Hal ini juga termasuk celana ataupun ikat pinggang. Saat Anda makan, sebaiknya kendorkan celana ataupun ikat pinggang supaya tidak terlalu menekan perut. Kalau menekan perut, ulu hatinya akan semakin bertambah.

  1. Kompres hangat 

Anda dapat mengompres air hangat memakai botol atau handuk yang diperas air hangat. Ini akan membuat ulu hati akan rileks kemudian memperlancar peredaran darah disekitarnya. 

  1. Kurangi makanan tertentu 

Untuk menghindari nyeri ulu hati, sebaiknya Anda kurangi makanan berlemak. Karena ini bisa memperkeruh kondisi perut Anda dan meningkatkan resiko terkena batu empedu. Selain itu Anda juga harus menghindari makanan pedas, makanan bersantan, dan juga makanan yang terlalu manis.

  1. Mengkonsumsi obat 

Sudah ada obat untuk menetralisir asam lambung, yakni obat Antasida. Walaupun obat ini bisa Anda minum dan beli bebas, tapi jangan beli atau mengkonsumsinya terlalu sering karena tidak baik. Gunakanlah dengan bijak, baca panduan penggunaannya, dan baca dosisnya sebelum mengkonsumsinya. 

Jika Anda telah melakukan tips-tips yang saya berikan tadi, tetapi kondisi nyeri ulu hati tidak mereda ataupun menetap bahkan bertambah parah jangan ragu untuk meminta pertolongan dokter. Semoga Anda yang sedang sakit ulu hati bisa cepat sembuh. Sehat selalu untuk kita semua.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top