Mencari Tahu Cara Kerja Mesin Cuci Darah Hemodialisis

Tahukah Anda? Di dalam tubuh terdapat alat yang dapat membersihkan darah secara otomatis yang disebut dengan ginjal. Ginjal yang sehat atau normal dapat berfungsi dengan baik yaitu akan membersihkan darah dari senyawa yang beracun dan setelah itu akan dikeluarkan melalui urine. Tetapi saat organ ginjal tidak berfungsi dengan baik maka orang tersebut akan memiliki masalah dalam proses pembersihan darah, bahkan dapat divonis sebagai penyakit gagal ginjal atau ginjal kronis.

Bagi pasien yang memiliki penyakit gagal ginjal yang sudah parah, maka fungsi kinerjanya akan menurun sangat drastis. Dan mengakibatkan ginjal sudah tidak dapat membersihkan sisa metabolisme maupun senyawa racun dan larutan yang berlebih dari darah. Keadaan ini pasien akan mengalami beberapa gejala seperti mual atau muntah, mudah lelah hingga mengalami pembengkakan.

Sementara itu, pasti dokter akan memberi saran untuk melakukan terapi cuci darah dan mungkin sudah tidak asing lagi menggunakan mesin dialisis. Mesin dialisis ini dapat bekerja seperti ginjal manusia yaitu dapat memompa darah untuk membuang air berlebih di dalam darah pengidap dan membuang sisa- sisa produk di dalam tubuh pasien. Selain itu mesin dialisis juga dapat menjaga tekanan darah, membantu menyeimbangkan unsur kimiawi di dalam tubuh. Karena mesin dialisis berperan sebagai ginjal buatan juga dapat mengeluarkan kalium, urea, kreatinin dan jenis cairan lainnya.

Proses cuci darah menggunakan mesin dialisis biasanya dilakukan seperti di klinik atau rumah sakit, karena alat dialisis yang besar. Dengan demikian, alat dialisis ini bisa digunakan oleh pasien di rumah. Jadi, pasien bisa mengontrol jadwal cuci darahnya sendiri. Jika anda ingin melakukan cuci darah di rumah sendiri, pastikan untuk mengikuti petunjuk dan selalu berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana dengan Cara Kerja Mesin Dialisis?

Mesin dialisis ini memiliki penyaring yang khusus disebut dengan dialyzer atau filter. Dialyzer merupakan tempat proses HD secara langsung sehingga terjanya suatui pertukaran zat-zat dan juga cairan yang ada di dalam darah dan dialisat. Untuk memasukkan darah kedalam tubuh dokter akan menggunakan jarum suntik ke pembuluh darah di lengan.

Kemudian, pasangkan kedua selang tersebut ke area yang sudah disuntik. Dialyzer memiliki dua bagian, yang pertama bagian untuk mengarahkan darah ke pasien dan yang kedua untuk mengalirkan larutan pencuci darah biasa disebut dialisat.

Dialisat adalah cairan seperti air, garam serta elektrolit. Selama proses cuci darah berjalan secara langsung, dialisat akan membantu membersihkan darah yang ada di dialyzer. Melalui cara ini dapat menyeimbangkan elektrolit maupun dapat membuang sisa-sisa produk yang ada di dalam tubuh.

Cara kerja mesin dialisis adalah dapat mengalirkan darah yang sudah diterima dari tubuh agar dimasukkan ke dalamnya, lebih lengkapnya simak cara kerja dari mesin dialisis dibawah ini:

1. Mengalirkan darah ke selang dialyzer
Yang pertama, pasangkan kedua selang dialyzer melalui pembuluh darah di lengan pasien. Selanjutnya darah akan mengalir ke mesin cuci darah melalui salah satu selang dialyzer.

Dokter akan memberikan resep obat pengencer darah, untuk mencegah adanya pembekuan darah pada saat di dalam mesin dialisis.

Dokter juga dapat mengawasi pasien melalui mesin dialisis monitor dan juga pompa mesin, hal ini untuk menjaga aliran darah pada tingkat yang tepat

2. Menyaring dan Membuang sisa metabolisme dalam Darah
Kemudian darah yang kotor masuk ke dialyzer akan disaring dan dibuang di mesin pencuci darah. Larutan dialisat masuk melalui membran dialyzer.

Selanjutnya, dialisat akan menarik semua sisa metabolisme misalnya kreatinin, urea, kalium dan larutan yang berlebih dari darah.

Dialisat akan membuang semua larutan dan limbah darah yang akan dipompa ke luar dari mesin dialisis.

3. Mengalirkan darah ke dalam tubuh pasien
Tahap yang terakhir adalah darah yang sudah bersih akan dialirkan kembali ke tubuh pasien, dengan kedua selang dialyzer yang sudah terpasang pada pembuluh darah di lengan.

Proses uci darah ini biasanya menghabiskan selama 4 jam per sesinya, tetapi mungkin butuh waktu lebih banyak tergantung kondisi pasien. Dalam seminggu, pasien bisa melakukan cuci darah 3-4 kali.

Demikian beberapa cara kerja mesin cuci darah untuk pasien gagal ginjal. Cara diatas bisa dilakukan dirumah sendiri, tetapi harus ada pengawasan dari dokter. Bagi pasien yang terkena penyakit gagal ginjal lakukan terapi cuci darah secara rutin setiap minggu. Meminimalisir efek samping dari mesin dialisis, selalu ikuti anjuran dari dokter dan menjalani diet serta mengkonsumsi obat. Semoga membantu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top