Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Kuningan, Jakarta 12950

Informasi

/
/
Ketahui Fakta dari Penyakit Nipah Beserta Ciri-Cirinya

Ketahui Fakta dari Penyakit Nipah Beserta Ciri-Cirinya

Sampai saat ini virus corona masih menjadi ancaman bagi seluruh dunia. Belum selesai dengan pandemi corona sekarang ada virus baru yang akan mengancam lagi, virus tersebut bernama virus nipah.

Virus nipah ini pertama kali ditemukan oleh Supaporn Wacharapluesadee, beliau adalah pemburu virus yang berasal dari negara Thailand. Beliau juga telah mengambil sampel kelelawar dan mendeteksi berbagai jenis virus yang ada.

Di antara virus corona yang ia temukan, ada jenis virus lain yang berhasil didapatkan, yaitu virus nipah yang dapat menular pada manusia dan sampai saat ini belum ditemukan vaksinnya. Virus nipah atau virus yang disingkat dengan NiV ini telah menyebabkan kematian 40-70 persen orang yang telah terinfeksi.

Oleh karena itu Anda perlu waspada adanya gejala penyakit ini. Pada artikel ini anda akan mengenal apa itu virus nipah beserta ciri-cirinya.

 

Fakta Tentang Penyakit Virus Nipah

Penyakit nipah pertama kali ditemukan pada tahun 1998 di sungai nipah, Malaysia pada hewan babi dan peternak babi. Penyakit ini mulai menyebar ke berbagai negara pada tahun 1999. Nama virus ini diambil dari tempat pertama kali penyakit ini ditemukan.

Negara Singapura merupakan negara yang pertama kali tersebar virus nipah, lalu penyakit ini menyebar di Bangladesh pada tahun 2001 dan jika musim dingin tiba biasanya muncul di Chada pada tahun 2006, dan virus ini menular di India pada tahun 2018.

Penyakit ini dapat menular melalui hewan ke manusia, maupun sebaliknya. Hewan yang menunjukkan gejala paling jelas yaitu babi. Namun ternyata nipah tidak hanya menyerang babi, terdapat beberapa jenis hewan lainnya seperti Kambing, kucing kelelawar, dan masih banyak hewan yang dapat terserang penyakit ini.

Ciri-Ciri Infeksi Virus Nipah

Masa penyebaran virus nipah pada tubuh yaitu sekitar 4 -14 hari. Artinya seseorang dapat mengalami gejala infeksi penyakit ini setelah virus masuk ke dalam tubuh dalam kurun waktu tersebut.

Gejala ringan yang ditimbulkan infeksi pada virus nipah mirip dengan infeksi virus lainnya, yaitu muncul gejala seperti flu, tetapi bisa juga menimbulkan gejala berat yang beresiko hingga menyebabkan kematian.

Saat seseorang terinfeksi virus nipah mereka mengalami beberapa gejala seperti berikut ini:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri pada otot
  • Muntah
  • Sesak napas

Sementara itu, pada kasus yang parah pada infeksi penyakit ini bisa menyebabkan peradangan pada otak atau disebut juga dengan ensefalitis.

Orang yang menderita penyakit ensefalitis akibat virus nipah dapat mengalami beberapa gejala seperti mudah mengantuk, sulit untuk fokus atau konsentrasi, serta tidak bisa mengenal waktu, tempat, dan orang lain termasuk orang terdekatnya atau dikenal dengan disorientasi.

Untuk peradangan otak yang cukup berat, kondisi seperti ini bahkan bisa menyebabkan penderitanya mengalami pembengkakan pada otak, kejang bahkn sampai koma.Hingga saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan virus ini, begitu juga vaksin untuk pencegahan penyakit ini. Namun, terkadang sebagian orang yang terinfeksi penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Namun pada kasus yang parah, misalnya sudah terjadi ensefalitis Anda perlu waspada, pasalnya orang yang terinfeksi virus nipah akan mengalami komplikasi yang berbahaya. Seperti sering kejang, perubahan kepribadian atau bahkan sampai meninggal dunia.

Cara Penularan Virus Nipah

Penyakit virus nipah dapat menular dari penyakit kelelawar buah ke hewan lainnya atau ke manusia serta menular antar manusia. penularannya melalui:

  • Kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi seperti babi, kelelawar atau cairan pada hewan yang mengenai tubuh seperti air liur, darah, dan feses).
  • Kontak dengan orang yang terinfeksi virus nipah tau cairan tubuhnya (seperti irin, darah termasuk droplet).
  • Mengkonsumsi produk makanan yang telah terkontaminasi dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi virus ini (seperti buah atau nira sawit).

Meskipun belum ada laporan kasus infeksi virus nipah ada di Indonesia, Anda tetap harus mewaspadai adanya virus ini. Karena virus ini mudah menular dari orang maupun hewan yang terinfeksi, sehingga berpotensi menjadi pandemi.

Apabila Anda pernah kontak langsung dengan hewan atau orang yang diduga terinfeksi virus nipah dan Anda merasa mengalami gejala demam, batuk, nyeri otot, sakit kepala serta lemas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.