Jenis Patah Tulang Yang Paling Umum Terjadi dan Cara Mengobatinya

Patah tulang juga dikenal dengan fraktur. Dimana fraktur adalah sebuah kondisi ketika tulang menjadi patah, retak, atau pecah sehingga mengubah bentuk tulang itu sendiri. Sebagian besar kasus patah tulang terjadi karena adanya tekanan yang kuat pada tulang. Namun, tidak menutup kemungkinan ada penyebab lain yang bisa membuat tulang menjadi patah.

Patah tulang terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan sifat dan pola patahnya. Berikut jenis-jenis patah tulang yang wajib anda ketahui:

Patah tulang berdasarkan sifat patahnya

Berdasarkan sifat patahnya, patah tulang dibedakan ke dalam beberapa jenis, yaitu:

1. Fraktur terbuka

Fraktur terbuka adalah kasus patah tulang yang disertai dengan luka pada kulit di permukaan daerah tulang yang patah. Bagian tulang yang patah bisa terlihat dari luar, di kasus yang lebih serius.

Fraktur terbuka ini sangat jarang terjadi. Jika terjadi, kondisi patah tulang seperti ini membutuhkan perawatan darurat. Hal ini karena luka yang terbuka memungkinkan kuman masuk sehingga bisa menyebabkan infeksi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami sebuah pendarahan.

2. Fraktur tertutup

Fraktur tertutup ini merupakan kebalikannya, dimana patah tulang tertutup tidak menimbulkan luka pada kulit di sekitar lokasi patah tulang. Pada fraktur tertutup juga kulit tidak robek akibat dari patah tulang tersebut. Oleh sebab itu, tipe fraktur tertutup ini umumnya tidak mudah untuk didefinisikan daripada patah tulang terbuka.

3. Fraktur parsial

Fraktur parsial disebut juga tulang tidak lengkap. Ini adalah kondisi ketika tulang yang patah tidak seutuhnya atau hanya parsial saja.

4. Fraktur total

Fraktur total disebut juga dengan fraktur lengkap dimana jenis fraktur ini terjadi ketika tulang yang patah terjadi seutuhnya. Patah tulang seutuhnya yang dimaksud adalah tulang terpisah atau terbagi menjadi dua atau lebih. 

5. Displaced fracture

Tipe fraktur ini terjadi saat tulang yang patah bergeser dan ujung-ujung patahan tulang tersebut menjadi tidak sejajar. Pada macam displaced fracture ini, tulang yang patah perlu diatur dan disejajarkan kembali supaya bisa sembuh dengan baik.

6. Nondisplaced fracture

Jika pada displaced fracture tulangnya bergeser, maka nondisplaced fracture ini berbeda dengan tipe tersebut. Karena pada tipe ini, tulang yang patah tidak bergeser atau tetap berada di dalam posisi yang sejajar. Oleh karena itu, proses penyembuhan fraktur tipe ini tidak perlu mensejajarkan kembali posisi tulangnya.

Patah tulang berdasarkan bentuk atau pola patahannya

Patah tulang juga terbagi lagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan bentuk garis patahan tulangnya. Jenis-jenis patah tulang ini juga tergantung dari seberapa kuat tekanan yang diterima oleh tulang dan kondisi yang menyebabkannya. Berikut ini macam-macam fraktur yang digolongkan berdasarkan pola patahannya yaitu:

1. Fraktur transversal

Fraktur satu ini tergolong jenis patah tulang dalam fraktur total atau lengkap. Fraktur transversal terjadi ketika patahan tulang berbentuk melintang atau garis horizontal. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh benturan atau tekanan yang kuat dan langsung tegak lurus ke arah tulang.

2. Fraktur oblik

Fraktur oblik atau oblique fracture adalah jenis patah tulang yang memiliki pola patahan diagonal atau miring. Biasanya kondisi ini terjadi karena adanya tekanan atau pukulan dari sudut tertentu yaitu bawah dan atas.

Fraktur oblik ini tergolong ke dalam patah tulang total atau lengkap. Namun, tipe fraktur ini ada yang bersifat displaced/bergese ataupun nondisplaced.

3. Fraktur spiral

Fraktur satu ini juga bagian dari jenis patah tulang lengkap atau total. Fraktur spiral terjadi ketika tulang yang patah sudah terpuntir atau berputar dari titiknya. 

4. Fraktur komunitif

Jenis fraktur ini juga menjadi bagian dari patah tulang lengkap atau total. Pada fraktur komunitif ini, tulang pecah terbagi menjadi tiga bagian atau lebih dan tidak lagi sejajar. Fraktur ini terjadi umumnya di area tulang kecil yang rentan patah, seperti di kaki atau tangan, akibat kecelakan mobil dan kejadian serius lainnya.

5. Fraktur linear atau longitudinal

Fraktur linear memiliki bentuk sejajar dengan panjang tulang, baik di sepanjang atau hampir sepanjang tulang tersebut. Jenis fraktur ini juga merupakan macam patah tulang lengkap atau total.

6. Fraktur greenstick

Fraktur jenis ini tergolong ke dalam tipe patah tulang parsial atau tidak lengkap. Kondisi ini terjadi ketika tulang yang patah atau retak hanya di satu sisi saja, sedangkan sisi lainnya tidak sehingga tulang bisa bengkok atau menekuk. 

Cara Mengobati Fraktur Tulang 

Tujuan pengobatan fraktur adalah untuk mengembalikan tulang yang patah ke posisi yang semula. Meringankan rasa sakit, memberikan waktu tulang untuk sembuh, dan mencegah terjadinya komplikasi. 

Untuk pengobatanya sendiri dapat berbeda-beda setiap orang, ini tergantung berdasarkan pada jenis fraktur yang dialami. Lokasi tulang yang terkena, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Jika merujuk pada ketiga hal tersebut maka harus mengalami beberapa pengobatan yang umum diberikan pada mereka yang mengalami patah tulang. 

Pengobatan patah tulang tersebut disesuaikan dengan bagian tulang dan fraktur yang dialami. Berikut ini pengobatan yang dialami bagi mereka yang mengalami patah tulang:

1. Pemasangan Gips 

Pemasangan gips bertujuan untuk menjaga tulang yang mengalami patah untuk tetap berada pada posisi yang tepat dan mengurangi gerakan selama masa penyembuhan. 

2. Traksi Ortopedi 

Walaupun jarang tetapi pemasangan traksi ortopedi juga mungkin diberikan oleh dokter kepada pasien yang mengalami patah tulang. Pemasangan traksi ortopedi bertujuan untuk meregangkan otot dan tendon yang ada di sekitar tulang yang mengalami fraktur supaya kembali sejajar dan stabil. 

3. Pembedahan

Tindakan bedah atau operasi mungkin saja diberikan pada kasus patah tulang yang kompleks. Hal tersebut bertujuan untuk mengembalikan posisi tulang yang patah ke posisi semula.

4. Fisioterapi 

Dokter juga akan menyarankan untuk menjalani fisioterapi dalam  mengembalikan fungsi tubuh dan kemampuan gerak tulang. 

Mencegah Tulang dari Fraktur 

Untuk meminimalisir tulang yang patah maka langkah utama yang harus dilakukan yaitu dengan menjaga kesehatan tulang itu sendiri. Menjaga kesehatan tulang dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini:

  1. Mengonsumsi makanan bergizi 
  2. Berolahraga secara teratur 
  3. Menggunakan pelindung diri ketika sedang berolahraga

Demikian pembahasan mengenai jenis-jenis patah tulang, semoga bermanfaat. Untuk anda yang sedang mencari informasi kesehatan anda bisa mengunjungi website okemedis.com. Website ini menyediakan berbagai macam informasi seputar dunia kesehatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

Scroll to Top