Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Kuningan, Jakarta 12950

Infeksi Klamidia : Gejala & Pengobatan Klamidia pada Pria / Wanita

Infeksi Chlamydia

Infeksi Klamidia : Gejala & Pengobatan Klamidia pada Pria / Wanita

Perlu Anda ketahui, bahwa banyak virus dan bakteri yang dapat ditularkan akibat melakukan hubungan seksual. Infeksi chlamydia inilah yang menjadi salah satunya. Tak hanya melalui hubungan seksual, infeksi chlamydia juga dapat ditularkan pada anak selama proses kehamilan. Karena itulah sangat penting dilakukan pengobatan serta pencegahan terhadap infeksi chlamydia. Namun, bagaimana cara yang efektif? Baca sampai akhir untuk mengetahuinya!

Apa Itu Infeksi Chlamydia?

Chlamydia merupakan salah satu infeksi seksual menular yang umum terjadi. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri yang biasa disebut dengan Chlamydia trachomatis. Pada penderita chlamydia, biasanya tidak menimbulkan gejala apapun, sehingga mereka dapat tidak menyadarinya ketika terkena infeksi tersebut. Namun apabila tidak segera ditangani, Chlamydia dapat menjadi masalah kesehatan yang serius dan dan menyebabkan kerusakan permanen pada organ reproduksi Anda.

Chlamydia ini dapat ditularkan akibat aktivitas seksual yang dilakukan bersama dengan orang yang mengidap chlamydia. Jika Anda melakukan aktivitas seksual tersebut bersama orang yang terkena, maka dapat meningkatkan resiko Anda untuk terkena infeksi chlamydia. Apalagi jika Anda sudah terkena infeksi chlamydia sebelumnya dan sudah terobati. Hal tersebut dapat menjadikan Anda terinfeksi kembali dengan mudah jika melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang mengidapnya.

Infeksi chlamydia dapat menyerang siapa saja, tetapi ada beberapa orang yang berisiko lebih tinggi. Tentu saja, orang yang suka bergonta ganti pasangan seksual akan lebih mudah terinfeksi chlamydia ini. Selain itu, pada wanita muda juga lebih mudah terinfeksi daripada laki-laki. Karena itulah diperlukan kehati-hatian supaya tidak terserang infeksi ini.

Komplikasi Akibat Infeksi Chlamydia

Komplikasi Infeksi Chlamydia

Meski tidak memiliki gejala yang sangat terlihat, chlamydia ini dapat menyebabkan komplikasi pada pria maupun wanita apabila tidak segera ditangani. Berikut adalah komplikasi serius yang disebabkan oleh chlamydia.

  • Penyakit radang panggul. Kondisi tersebut disebabkan oleh chlamydia yang menyebar ke rahim dan ovarium. Gejala yang dialami oleh penderita radang panggul ini, hampir sama dengan infeksi chlamydia seperti nyeri pada saat berhubungan seksual, nyeri buang air, dan pendarahan setelah berhubungan seksual. Penyakit radang panggul ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius seperti sulit hamil dan risiko kehamilan ektopik.
  • Komplikasi kehamilan. Apabila Anda menderita chlamydia pada saat hamil, Anda dapat menularkan infeksi chlamydia ini ke bayi yang ada di dalam perut Anda. Hal tersebut sangatlah membahayakan bayi Anda karena dapat terkena infeksi mata bahkan infeksi paru-paru.
  • Peradangan testis. Pada laki-laki, chlamydia ini dapat menyebar ke testis serta epididimitis yang menyebabkan nyeri dan juga bengkak. Disarankan untuk segera mengobatinya dengan antibiotik jika terjadi kondisi seperti itu. Jika tidak, maka dapat mempengaruhi kesuburan Anda.
  • Artritis reaktif. Merupakan kondisi inflamasi sendi yang disebabkan oleh chlamydia dan lebih sering menyerang laki-laki dibandingkan perempuan. Pengobatan dari Artritis reaktif ini bertujuan untuk meredakan gejala dan mengurangi rasa sakit pada peradangan. Mungkin Anda dapat meminta resep dokter jika hal tersebut terjadi.

Pengobatan Infeksi Chlamydia

Chlamydia ini merupakan salah satu infeksi yang mudah untuk di obati dan dapat disembuhkan. Pengobatan dari infeksi chlamydia ini biasanya menggunakan antibiotik yang efektif dalam menyembuhkan infeksi. Anda dapat menggunakan antibiotik seperti doksisiklin dan azitromisin untuk menyembuhkan infeksi tersebut namun dengan resep dokter.

Selama pengobatan tersebut, Anda harus menghindari hubungan seksual hingga proses pengobatan Anda selesai. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran infeksi chlamydia yang Anda miliki ke pasangan Anda. Selain itu, pasangan Anda juga perlu di cek untuk memastikan bahwa pasangan Anda tidak terkena infeksi yang sama.

Disarankan untuk selalu melakukan tes kontrol untuk memeriksa bahwa infeksi tersebut telah sembuh sepenuhnya. Setelah itu, Anda juga harus berhati setelah terkena infeksi chlamydia karena dapat menyerang Anda kembali meski Anda telah sembuh sepenuhnya. Anda dapat melakukan perawatan dan pengecekan selanjutnya untuk memastikan bahwa Anda tidak terkena infeksi chlamydia kembali.

Strategi Pencegahan Chlamydia

Pencegahan Infeksi Chlamydia

Sebagai seseorang yang ingin hidup sehat, pastinya Anda tidak ingin terkena penyakit seksual. Anda dapat mencegah penyakit seksual tersebut dengan mengikuti arahan yang ada di bawah ini :

1. Menggunakan Pengaman

Menggunakan pengaman ketika melakukan hubungan seksual menjadi salah satu langkah untuk mencegah penularan infeksi chlamydia yang dapat menular. Pengaman ini dapat menjadi penghalang fisik dan kontak langsung. Namun dengan menggunakan pengaman, bukan berarti Anda tidak akan terkena penyakit seksual yang menular. Ada beberapa orang yang mungkin sudah menggunakan pengaman tetapi masih dapat tertular penyakit seksual. Mungkin hal tersebut disebabkan oleh penggunaan pengaman yang kurang benar. Karena itulah, Anda harus memastikan bahwa Anda sudah menggunakan alat tersebut dengan benar sebelum melakukan hubungan seksual.

2. Saling Setia Terhadap Pasangan

Seperti yang Anda ketahui, bahwa infeksi chlamydia ini dapat disebabkan karena bergonta ganti pasangan yang terlalu sering. Untuk menghindari hal seperti ini, Anda perlu membangun hubungan yang saling setia satu sama lain. Mungkin Anda dapat lebih terbuka dengan pasangan Anda dan saling mengerti satu sama lain. Dengan seperti itu, akan tercipta hubungan yang lebih harmonis tanpa adanya orang lain.

3. Tes Rutin

Karena infeksi chlamydia ini tidak menunjukan gejala yang sangat terlihat, Anda perlu melakukan tes rutin ke dokter untuk memastikan bahwa Anda tidak terkena bakteri tersebut. Anda dapat mengajak pasangan Anda ketika akan tes rutin chlamydia untuk dapat mengetahuinya satu sama lain. Sehingga dapat mengetahui bahwa tidak ada yang menjadi penular infeksi ini di antara Anda dengan pasangan Anda.

4. Edukasi Seksual

Edukasi seksual ini sangatlah penting sebelum melakukan hubungan seksual. Hal ini tentunya untuk menghindari bahaya yang terjadi akibat hubungan seksual yang dilakukan. Anda dapat memahami penyakit menular akibat hubungan seksual serta cara pencegahannya melalui edukasi seksual. Dengan seperti itu, dapat menjadi salah satu langkah untuk penurunan kasus penyakit seksual.

Itulah pengobatan dan pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi penyebaran infeksi chlamydia. Segeralah mengunjungi dokter untuk mendapatkan perawatan infeksi tersebut dengan benar tanpa meningkatkan risiko penularan terhadap pasangan Anda.