Cacar Api pada Anak : Gejala dan Cara Mengobatinya


Cacar api merupakan penyakit infeksi saraf dan kulit di sekitarnya yang disebabkan oleh virus yang sama dengan penyebab cacar air. Jadi, penyakit ini adalah kelanjutan dari cacar air dengan virus yang sama. Virus ini disebut dengan Varicella Zoster (VZV).

Pada awalnya seorang anak terinfeksi varicella zoster yang menyebabkan cacar air. Kemudian setelah anak ini sembuh (gejalanya hilang, badan sehat kembali, dan bekas cacar air sudah hilang) tapi virusnya tidak sepenuhnya hilang dari tubuh anak yang terkena infeksi tadi. Virus ini menjadi virus yang tidak aktif. Jadi, suatu saat ketika anak tersebut mengalami daya tahan tubuh yang lemah, virus ini akan kembali aktif. Jadi virus yang tidak aktif tadi akan kembali menjadi reaktif dan mengakibatkan infeksi lanjutan yang disebut dengan cacar api atau herpes zoster. Virus yang tidak aktif menjadi reaktif ini akan menyusuri saraf sensorik menuju kulit sehingga ruam atau bintik yang disebabkan oleh cacar ini hanya ada pada salah satu sisi tubuh saja.

Berikut kondisi anak yang menyebabkan VZV kembali aktif atau anak mengalami cacar api.

1. Terjadi penurunan kondisi setelah anak sakit
2. Anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
3. Mengonsumsi obat yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh

Cacar api dapat ditularkan kepada anak yang belum menerima imunisasi cacar air, belum pernah mengalami cacar air, orang yang sistem kekebalannya lemah, serta bayi baru lahir.


Gejala Cacar Api

Perjalanan awal penyakit cacar api pada anak ini di mulai ketika muncul gejala di area kulit di mana ruam akan muncul. Gejala cacar api yang muncul biasanya diawali dengan kesemutan, rasa gatal, rasa terbakar, dan rasa nyeri.

Kemudian anak akan mengalami masa prodromal sekitar 1-10 hari. Pada masa ini akan muncul gejala-gejala seperti :

1. Muncul bintik berisi air di kulit.
Bintik pada kulit terasa nyeri seperti terbakar, kaku, dan kesemutan, yang paling parah adalah apabila tersentuh. Bintik-bintik ini biasanya bertahan selama 7-10 hari kedepan. Jadi, pastikan anak untuk tidak menggaruk. Tujuannya adalah untuk mencegah infeksi dan pastikan kuku anak Anda dipotong pendek. Jika ruam atau bintik yang gatal digaruk terlalu dalam, akan menyebabkan bekas yang akan sulit hilang ketika anak Anda sudah sembuh nantinya.
2. Demam
3. Pegal-pegal
4. Sakit kepala
5. Lelah

Bintik yang muncul dapat bertambah dalam beberapa hari, kemudian berubah menjadi lepuhan berisi seperti air atau nanah. Lepuhan cacar api pada anak ini akan pecah dan menjadi koreng dalam waktu sekitar 7-10 hari. Koreng ini akan sembuh sekitar 2-4 minggu. Secara keseluruhan, kondisi cacar api ini umumnya berlangsung sekitar 3-5 minggu.

Gejala cacar api pada anak lebih ringan dari pada penderita diatas 50 tahun. Jika anak belum bernah mengalami cacar air atau belum menerima imunisasi cacar air, sebaiknya hindari kontak langsung dengan penderita cacar api.


Cara Mengobati Cacar Api pada Anak

Jika anak Anda mengalami cacar api sebaiknya segera mengunjungi dokter. Dokter biasanya akan meresepkan obat antivirus seperti acyclovir atau dokter juga akan mempertimbangkan untuk memberikan obat-obatan lainnya seperti famiciclovir atau valacyclovir. Obat-obat tersebut dapat mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Selain obat antivirus, obat pereda nyeri yang dijual bebas juga dapat digunakan untuk mengobati cacar air. Obat-obatan tersebut yaitu yang mengandung paracetamol dan ibuprofen, atau obat oles yang mengandung lidokain. Obat minum antihistamin juga dapat diresepkan untuk meredakan gatal pada cacar api.

Selain itu, lakukan beberapa kegiatan di bawah ini.
1. Hindari stres.
2. Jaga kebersihan.
3. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan yang bergizi.
4. Isolasi diri (tetap di rumah karena penyakit ini bisa menular ke orang lain).
5. Handuk atau pakaian sebaiknya digunakan sendiri dan usahakan tidur sendiri.
6. Mandi dengan air dingin, untuk membersihkan kulit dan mengurangi peradangan.
7. Menempelkan kompres dingin pada ruam, untuk meredakan rasa nyeri dan gatal.
8. Mengoleskan losion kalamin, untuk mengurangi rasa gatal.
9. Mengenakan pakaian longgar dan berbahan lembut, seperti katun, untuk mencegah gesekan dan iritasi di kulit.
10. Menutup ruam agar menjaganya tetap bersih dan kering.

Sekian materi tentang cacar api pada anak, gejala, dan cara mengobatinya. Semoga bermanfaat.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top