Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav. 4-9 Kuningan, Jakarta 12950

Waspadai Demam Berdarah, Kenali Gejala, Penyebab, Pencegahan & Penanganannya

Waspadai Demam Berdarah, Kenali Gejala, Penyebab, Pencegahan & Penanganannya

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penyakit ini sering terjadi di daerah tropis seperti Indonesia, terutama saat lingkungan memiliki banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Mengenali gejala demam berdarah sejak awal sangat penting agar penanganan tidak terlambat. Melalui artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian demam berdarah, gejala, penyebab, cara pencegahan, hingga langkah penanganan yang tepat.

Apa Itu Demam Berdarah?

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang sudah terinfeksi virus dengue.

Penyakit ini dapat menimbulkan gejala seperti demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot dan sendi, mual, ruam kemerahan, hingga tanda perdarahan pada kondisi tertentu. Pada beberapa kasus, demam berdarah dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, terutama jika penderita mengalami dehidrasi, penurunan trombosit, atau tanda bahaya lainnya.

DBD tidak menular secara langsung dari satu orang ke orang lain melalui sentuhan, batuk, atau bersin. Penularannya terjadi ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi virus dengue, kemudian nyamuk tersebut menggigit orang lain. Karena itu, menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk sangat penting untuk mencegah penyebaran demam berdarah.

Penyebab Demam Berdarah

Penyebab utama demam berdarah adalah infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Virus ini biasanya dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti dan dalam beberapa kasus juga dapat ditularkan oleh Aedes albopictus.

Nyamuk penyebab demam berdarah umumnya berkembang biak di tempat yang terdapat genangan air bersih, seperti bak mandi, ember, vas bunga, tempat minum hewan, talang air, atau barang bekas yang dapat menampung air hujan. Ketika nyamuk yang terinfeksi virus dengue menggigit manusia, virus dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan gejala demam berdarah.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena demam berdarah antara lain:

  • Lingkungan dengan banyak genangan air
    Genangan air dapat menjadi tempat nyamuk bertelur dan berkembang biak.
  • Tempat penampungan air yang tidak tertutup
    Bak mandi, drum, atau ember yang terbuka dapat menjadi sarang nyamuk.
  • Musim hujan
    Saat musim hujan, genangan air lebih mudah terbentuk sehingga populasi nyamuk bisa meningkat.
  • Kurangnya kebersihan lingkungan
    Barang bekas seperti kaleng, botol, dan ban bekas dapat menampung air dan menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
  • Tinggal di daerah yang banyak kasus DBD
    Risiko penularan lebih tinggi jika berada di wilayah dengan kasus demam berdarah yang sedang meningkat.

 

Gejala Demam Berdarah yang Perlu Dikenali

Gejala demam berdarah biasanya muncul beberapa hari setelah seseorang digigit nyamuk yang membawa virus dengue. Pada awalnya, gejala DBD bisa terlihat seperti demam biasa, sehingga sering tidak langsung disadari. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan tanda-tanda yang muncul, terutama jika demam terjadi secara mendadak dan cukup tinggi.

Beberapa gejala demam berdarah yang perlu dikenali antara lain:

  • Demam tinggi mendadak
    Penderita DBD biasanya mengalami demam tinggi secara tiba-tiba, bahkan bisa mencapai sekitar 39–40 derajat Celsius.
  • Sakit kepala
    Sakit kepala dapat terasa cukup berat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Nyeri di belakang mata
    Salah satu gejala khas yang sering muncul adalah rasa nyeri atau tidak nyaman di bagian belakang mata.
  • Nyeri otot dan sendi
    Tubuh dapat terasa pegal, nyeri, dan lemas, sehingga penderita sering merasa tidak bertenaga.
  • Mual dan muntah
    Beberapa penderita DBD juga mengalami mual, muntah, atau nafsu makan menurun.
  • Ruam kemerahan pada kulit
    Pada sebagian kasus, muncul bintik atau ruam kemerahan di kulit.
  • Mimisan atau gusi berdarah
    Gejala ini dapat menjadi tanda adanya gangguan perdarahan dan perlu segera diperhatikan.

Selain gejala di atas, penderita juga harus waspada jika mengalami tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki terasa dingin, sesak napas, muntah darah, atau buang air besar berwarna hitam. Jika tanda-tanda tersebut muncul, segera bawa penderita ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah

Demam biasa dan demam berdarah sering terlihat mirip pada awal kemunculannya karena sama-sama ditandai dengan suhu tubuh yang meningkat. Namun, demam berdarah perlu lebih diwaspadai karena dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius jika tidak ditangani dengan tepat.

1. Penyebab Demam

Demam biasa dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti flu, infeksi virus ringan, radang tenggorokan, atau infeksi lainnya. Sementara itu, demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

2. Pola Demam

Pada demam biasa, suhu tubuh umumnya naik turun dan dapat membaik secara bertahap. Sedangkan pada demam berdarah, demam sering muncul secara mendadak dengan suhu tinggi dan dapat disertai tubuh sangat lemas.

3. Gejala yang Menyertai

Demam biasa sering disertai batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau badan pegal ringan. Pada demam berdarah, gejala yang muncul biasanya lebih khas, seperti sakit kepala, nyeri di belakang mata, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta ruam kemerahan pada kulit.

4. Tanda Perdarahan

Demam biasa umumnya tidak menyebabkan tanda perdarahan. Berbeda dengan demam berdarah, penderita bisa mengalami mimisan, gusi berdarah, bintik merah pada kulit, muntah darah, atau buang air besar berwarna hitam.

5. Risiko Komplikasi

Demam biasa biasanya membaik sesuai penyebab dan daya tahan tubuh penderita. Sementara itu, demam berdarah dapat berkembang menjadi kondisi berat, terutama jika terjadi dehidrasi, perdarahan, atau syok.

Pencegahan Demam Berdarah

Pencegahan demam berdarah perlu dilakukan dengan cara mengurangi tempat berkembang biak nyamuk dan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Hal ini penting karena penularan DBD terjadi melalui gigitan nyamuk yang membawa virus dengue.

1. Menguras Tempat Penampungan Air

Menguras bak mandi, ember, drum, atau tempat penampungan air secara rutin dapat membantu mencegah nyamuk berkembang biak. Tempat yang berisi air bersih dan jarang dibersihkan bisa menjadi lokasi nyamuk bertelur.

2. Menutup Wadah Air

Wadah air sebaiknya ditutup rapat agar nyamuk tidak masuk dan bertelur di dalamnya. Contohnya seperti bak penampungan, toren, ember, gentong, atau wadah air lainnya.

3. Mendaur Ulang Barang Bekas

Barang bekas seperti botol, kaleng, ban bekas, gelas plastik, atau wadah kosong dapat menampung air hujan. Jika dibiarkan, benda-benda tersebut bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Karena itu, barang bekas sebaiknya dibuang, dikubur, atau didaur ulang.

4. Membersihkan Lingkungan Rumah

Pastikan area sekitar rumah tetap bersih dan tidak ada genangan air. Periksa bagian seperti halaman, selokan, pot tanaman, vas bunga, talang air, dan tempat minum hewan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

5. Menggunakan Obat atau Lotion Antinyamuk

Menggunakan lotion antinyamuk dapat membantu melindungi tubuh dari gigitan nyamuk, terutama saat beraktivitas di pagi atau sore hari. Selain itu, obat nyamuk elektrik, semprot, atau bakar juga dapat digunakan sesuai petunjuk pemakaian.

6. Memasang Kelambu dan Kawat Kasa

Kelambu dapat digunakan saat tidur, terutama untuk bayi, anak-anak, atau orang yang sedang sakit. Kawat kasa pada jendela dan ventilasi juga membantu mencegah nyamuk masuk ke dalam rumah.

7. Melakukan 3M Plus

Pencegahan demam berdarah sering dikenal dengan istilah 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas. Sementara itu, “plus” berarti melakukan langkah tambahan seperti memakai antinyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, memelihara ikan pemakan jentik, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan melakukan pencegahan secara rutin, risiko penyebaran demam berdarah dapat dikurangi. Pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu orang, tetapi perlu dilakukan bersama oleh seluruh anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

Penanganan Awal di Rumah

Penanganan awal demam berdarah di rumah bertujuan untuk membantu tubuh tetap kuat, mencegah dehidrasi, dan memantau apakah muncul tanda bahaya. Namun, penanganan di rumah bukan pengganti pemeriksaan dokter, terutama jika gejala semakin berat atau penderita tampak sangat lemas.

1. Perbanyak Minum Air

Penderita demam berdarah perlu mendapatkan cairan yang cukup agar tidak mengalami dehidrasi. Cairan bisa berasal dari air putih, oralit, sup, jus buah, atau makanan berkuah. CDC juga menganjurkan penderita dengue untuk banyak mengonsumsi cairan oral.

2. Istirahat yang Cukup

Tubuh membutuhkan energi untuk melawan infeksi virus dengue. Karena itu, penderita sebaiknya banyak beristirahat dan mengurangi aktivitas berat sampai kondisi membaik.

3. Bantu Turunkan Demam

Jika demam tinggi, penderita dapat dikompres dengan air hangat atau mandi air hangat suam-suam kuku untuk membantu menurunkan suhu tubuh. Untuk obat penurun panas, paracetamol dapat digunakan sesuai aturan pakai atau anjuran tenaga kesehatan. Kemenkes dan CDC menyebut paracetamol dapat diberikan untuk membantu menurunkan demam dan nyeri pada DBD.

4. Hindari Obat Tertentu

Penderita demam berdarah sebaiknya tidak sembarangan mengonsumsi obat, terutama aspirin dan ibuprofen, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. WHO juga menyebut obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan aspirin sebaiknya dihindari pada dengue.

5. Pantau Gejala Secara Berkala

Perhatikan suhu tubuh, jumlah cairan yang diminum, frekuensi buang air kecil, kondisi lemas, muntah, nyeri perut, atau tanda perdarahan. Pemantauan ini penting karena kondisi penderita DBD dapat berubah, terutama setelah beberapa hari demam.

6. Segera ke Fasilitas Kesehatan Jika Memburuk

Segera bawa penderita ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit jika muncul tanda bahaya seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, mimisan, gusi berdarah, muntah darah, BAB hitam, tangan dan kaki dingin, sesak napas, sangat lemas, atau sulit minum. Kemenkes menekankan bahwa kebutuhan cairan cukup menjadi penanganan awal di rumah, tetapi tanda bahaya tetap perlu segera ditangani secara medis.

Demam berdarah adalah penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat. Mengenali gejala sejak awal, memahami penyebabnya, serta melakukan pencegahan seperti 3M Plus menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penularan.

Jika mengalami demam tinggi mendadak disertai lemas, muntah, nyeri perut, ruam, atau tanda perdarahan, sebaiknya segera periksa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi serta mempercepat proses pemulihan.