A

Akses dan pembagian keuntungan

[Bahasa Inggris: Access and Benefit-sharing - ABS]. Konvensi Keanekaragaman Hayati (CBD) memiliki tujuan dalam rangka menjamin "pembagian yang adil dan merata dari keuntungan yang dihasilkan dari pemanfaatan sumber daya genetik, termasuk melalui akses yang memadai terhadap sumber daya genetik dan dengan transfer teknologi yang tepat guna, dengan mempertimbangkan semua hak lebih dari sumber daya dan teknologi, serta pendanaan yang tepat ". CBD sedang melakukan negosiasi rezim internasional tentang akses dan pembagian keuntungan untuk sumber daya genetik. Untuk sumber daya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian, Perjanjian Internasional tentang Sumber Daya Genetik Tanaman untuk Pangan dan Pertanian (ITPGRFA)  dari Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) membutuhkan Pasal 1 yang mengatur "pembagian yang adil dan merata dari keuntungan yang dihasilkan, selaras dengan Konvensi Keanekaragaman Hayati, untuk pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan ". "Akses" telah didefinisikan oleh Pasal 1 Keputusan Komunitas Andes 391 (Andean Community Decision 391) sebagai "memperoleh dan menggunakan sumber daya genetik yang dikonservasi secara in situ dan ex situ, dalam bentuk produk dan, jika berlaku, komponennya untuk tujuan penelitian, prospeksi biologis, konservasi, aplikasi industri dan komersial, atau yang lainnya ".

Aksesi

[Bahasa Inggris: accession]. Satu unit materi koleksi yang memiliki karakteristik, yang dapat (mampu) dibedakan dengan yang lainnya. Aksesi dapat berupa: varietas unggul, kultivar lokal, introduksi, galur, klon, mutan.

Arboretum

Koleksi botani yang khusus diisi dengan jenis pepohonan (buah-buahan, industri, dan perkebunan).
Pada umumnya arboretum menampung semua jenis tanaman tahunan baik yang langka maupun yang telah dibudidayakan dan terkesan arboretum tersebut sebagai hutan buatan.

C

Cagar alam

Kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami.

D

Data

Nilai kuantitatif atau kualitatif yang dihasilkan dari suatu pengamatan (observasi). Misalnya: 25cm, 68%.

Data evaluasi

Data yang berhubungan dengan mutu gizi (kadar protein, kadar vitamin, kadar lemak, dan sebagainya); tanggapan terhadap cekaman faktor biotik (ketahanan terhadap hama) dan abiotik (toleransi kekeringan, lahan masam, salinitas, dan sebagainya). Data evaluasi dihasilkan dari kegiatan evaluasi.

Data karakterisasi

Data yang berhubungan dengan karakter agronomis dan morfologis, misalnya: umur berbunga, umur panen, tinggi tanaman, warna bunga, bentuk buah, dan sebagainya. Data evaluasi dihasilkan dari kegiatan karakterisasi.

Data paspor

Data yang berhubungan dengan asal asesi, meliputi asal secara administratif (dusun, desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, negara), geografis (posisi Lintang, posisi Bujur), ekologis (dataran rendah, dataran tinggi), dan teknis (petani, institusi, pasar komersial, lahan budidaya, hutan). Data paspor juga mencakup informasi tambahan mengenai deskripsi kondisi wilayah tempat aksesi yang bersangkutan dikoleksi (disampling).

Data pengelolaan aksesi

Data yang berhubungan dengan penerimaan, distribusi, tata letak dalam bank gen, stok aksesi, dan sebagainya.

Datar deskriptor

Himpunan dari semua deskriptor-deskriptor individual yang digunakan pada spesies (tanaman) tertentu.

Dokumentasi data

Kegiatan untuk merekam dan menyimpan berbagai data penting yang dihasilkan dari suatu kegiatan.

E

Evaluasi

[Bahasa Inggris: evaluation]. Kegiatan yang dilakukan guna mengidentifikasi kandungan senyawa gizi (protein, lemak, vitamin, dan sebagainya) serta bagaimana reaksi varietas tanaman terhadap cekaman faktor biotik (ketahanan terhadap hama, penyakit) dan abiotik (toleransi kekeringan, toleransi keracunan Fe, toleransi keracunan Al, toleransi kadar garam tinggi, toleransi lahan masam).

I

Informasi

Arti atau makna yang dilekatkan pada saat suatu data direkam, dikelompokkan, ditata, dihubungkan atau diintepretasikan. Misalnya: diameter batang pada saat tanaman berumur 4 tahun adalah 25 cm; viabilitas lot benih kedelai nomor aksesi 9235 adalah 68%.

 

K

Karakter

Karakteristik yang dapat diidentifikasi (identifiable) dan dapat diukur (measureable). Dalam kegiatan karakterisasi, karakter dikenal pula sebagai deskriptor (descriptor).

Karakterisasi

[Bahasa Inggris: characterization]. Kegiatan dalam rangka mengidentifikasi karakter-karakter penting yang bernilai ekonomis, atau yang merupakan penciri dari varietas yang bersangkutan. Sifat/karakter yang diamati dapat berupa karakter morfologis (bentuk daun, bentuk buah, warna kulit biji, dan sebagainya), karakter agronomis (umur panen, tinggi tanaman, panjang tangkai daun, jumlah anakan, dan sebagainya), karakter fisiologis (senyawa alelopati, fenol, alkaloid, reaksi pencoklatan, dan sebagainya), marka isoenzim, dan marka molekular.
Pada ternak yang dimaksud dengan karakterisasi adalah perbandingan antara dua rumpun lebih. Agar karakterisasi ini berlaku, rumpun ternak yang dibandingkan harus dilakukan bersama pada lingkungan yang sama. Performa yang diamati harus meliputi semua aspek misalnya laju kelahiran, mortalitas, morbiditas, produksi, sistem pakan serta bila mungkin performa selama hidupnya.

Kawasan pelestarian alam

Kawasan dengan ciri khas tertentu baik di darat maupun  di perairan yang mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan sedara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.

Keanekaragaman hayati

[Bahasa Inggris: biological diversity]. Pasal 2 dari CBD mendefinisikan istilah "keanekaragaman hayati", sering disingkat menjadi "biodiversitas (biodiversity)", sebagai "variabilitas organisme hidup dari semua sumber termasuk, antara lain, darat, laut dan kompleksitas ekosistem air serta ekologi lainya yang tercakup, mencakup keanekaragaman di dalam spesies, antar spesies dan antar ekosistem ".

Kebun koleksi

Kebun yang dikelola oleh lembaga-lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan swasta yang umumnya berisi koleksi plasma nutfah jenis unggul masa lalu serta perangkat plasma nutfah lainnya yang langsung dapat dimanfaatkan untuk perakitan jenis unggul baru.

Kebun raya

Merupakan tempat konservasi ex-situ berbagai jenis tumbuhan alam.

P

Plasma nutfah

[Bahasa Inggris: germplasm]. Adalah bahan genetik yang merupakan dasar fisik keturunan dan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui cara sel-sel germinal. Plasma nutfah merupakan sumber daya genetik hidup seperti biji atau jaringan yang dipelihara untuk tujuan program pemuliaan hewan dan tanaman, pelestarian, atau penelitian lainnya. Sumber daya ini dapat berupa koleksi benih yang disimpan di bank benih, pohon yang tumbuh di pembibitan, galur ternak yang dipelihara dalam program pemuliaan hewan atau bank gen, dan sebagainya. Plasma nutfah mencakup keragaman di dalam tingkat jenis (intra specific).

S

Sifat

Ungkapan yang jelas dan terdefinisi sehingga suatu karakter dapat ditentukan. Sifat merupakan suatu nilai (kuantitatif) atau kategori-kategori (kualitatif) yang dapat muncul dari karakter tersebut. Dalam kegiatan karakterisasi, sifat dikenal pula sebagai 'descriptor state'.

Suaka alam

Kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyanga kehidupan.

Suaka margasatwa

Kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan/atau keunikan jenis satwa yang untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya.

T

Taman hutan raya

Kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budi daya, budaya, pariwisara dan rekreasi.

Taman nasional

Kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi.

Taman wisata alam

Kawasan pelestarian alam yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam.