Program Kerja dan Kepengurusan KNSDG

Ruang lingkup kegiatan Komisi Nasional Sumber Daya Genetik meliputi:

  1. Mengikuti perkembangan program perplasma nutfahan secara nasional (baik koleksi, kelembagaan, tenaga kerja, pendanaan, pelestarian dan pemanfaatannya) dalam kaitannya dengan perkembangan dunia internasional.
  2. Menyediakan bahan untuk penyusunan formulasi garis kebijakan perplasmanutfahan nasional.
  3. Menyusun strategi nasional dalam mencadangkan, mengevaluasi, memanfaatkan, dan melestarikan plasma nutfah Indonesia pada khususnya dan komoditas ekonomi lainnya pada umumnya.
  4. Menentukan prioritas komoditas yang akan ditangani perplasmanutfahannya berdasarkan ancaman erosi genetiknya, nilai potensinya serta kepentingannya dalam diversifikasi pangan, khususnya dalam pengarahan penelitian pemanfaatannya untuk pemuliaan.
  5. Menyusun system perplasmanutfahan nasional
  6. Mengkoordinasi semua kegiatan yang bertalian dengan keseluruhan aspek penanganan plasma nutfah secara nasional.
  7. Memantau pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah yang disimpan atau dikelola berbagai lembaga pemerintah ataupun lembaga swadaya masyarakat.
  8. Mengidentifikasi ketersediaan tenaga kerja berkualitas yang dibutuhkan dan macam pelatihan serta pendidikan yang diperlukan, serta mencarikan jalan tepat untuk memenuhi kekurangan tersebut.
  9. Secara teratur mengadakan pertemuan teknis untuk lebih meluaskan keterlibatan kalangan ilmiah dalam mencapai sasaran kegiatan perplasmanutfahan nasional, khususnya dalam pengupayaan pembinaan tanga-tangan Komnas Plasma Nutfah di daerah.
  10. Meningkatkan kesadaran masyarakat luas tentang makna arti kepentingan plasma nutfah bagi pembangunan nasional untuk menggalang partisipasi aktif mereka dalam upaya melestarikan dan memanfaatkan plasma nutfah dengan jalan memperbanyak ceramah.
  11. Publikasi Buletin Plasma Nutfah (ilmiah), Warta Plasma Nutfah Indonesia, leaflet, tulisan teknis popular, serta penyebarluasan bentuk informasi lain melalui media masa dan elektronik.
    Mengkoordinasi kerja sama regional dan internasional yang berkaitan dengan perplasmanutfahan untuk memajukan kepentingan nasional.

Peningkatan kesadaran masyarakat dalam pelestarian dan pemanfaatan plasma nutfah

Plasma nutfah dan keanekaragaman hayati tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Masing-masing daerah memiliki jenis-jenis yang khas, yang sering berbeda dengan jenis di daerah lain. Jenis-jenis plasma nutfah dan keanekaragaman hayati itu hendaknya diketahui keberadaannya dan difahami manfaatnya bagi masyarakat serta bagi pembangunan daerah. Untuk itu maka diperlukan adanya upaya-upaya pelestarian disamping pemanfaatannya. Upaya ini harus dilakukan oleh segenap unsur masyarakat maupun pejabat pemerintah. Untuk itu maka pemahaman terhadap pelestarian dan pemanfaatan plasma nutfah dan keanekaragaman hayati harus dimiliki oleh semua unsur yang berkepentingan. Hal ini dapat dilakukan melalui program penyadaran terhadap masyarakat dan aparat pemerintah. Untuk implementasinya dilakukan sbb:

  1. Studium Generale di Perguruan Tinggi
  2. Sarasehan Pemasyarakatan Plasma Nutfah Pertanian
  3. Pelatihan Metoda Pengelolaan Plasma Nutfah.

Publikasi dan deseminasi kegiatan pelestarian dan pemanfaatan plasma nutfah melalui media cetak dan elektronik.

Kegiatan Komisi Nasional Sumber Daya Genetik dapat diketahui oleh masyarakat luas, bila dapat diterbitkan dalam suatu publikasi yang terbit secara berkala, berkualitas dan didistribusikan secara meluas. Selain itu publikasi yang diterbitkan Komnas Plasma Nutfah diharapkan dapat dimanfaatkan untuk keperluan saat ini atau masa mendatang, serta merupakan salah satu bentuk dokumentasi hidup. Kegiatan publikasi ini meliputi Buletin Plasma Nutfah yang bersifat ilmiah, dan berkualitas, Warta Plasma Nutfah Indonesia yang bersifat informatif populer. Prosiding atau edisi khusus dan Laporan Tahunan.

Kerjasama Nasional dan Internasional

Nasional
Untuk pengelolaan plasma nutfah secara nasional diperlukan kebijakan yang menyeluruh dan terpadu antara sektor-sektor pertanian, kehutanan dalam negeri, serta sektor terkait lainnya seperti KLH, Depdiknas, dll.

Internasional
Pengelolaan plasma nutfah secara umum telah sejalan dengan tujuan dan prinsip dasar yang digunakan FAO dengan sistem globalnya, maupun konvensi keanekaragaman hayati (CBD). Dalam era globalisasi, sistem konservasi plasma nutfah untuk kepentingan nasional harus selaras dengan sistem untuk kepentingan internasional. Persyaratan yang diwajibkan bagi pemerintah negara lain untuk melakukan kerjasama penelitian plasma nutfah, merupakan suatu kondisi yang dapat mendorong peningkatan kerjasama internasional.

Di samping itu Komnas Sumber Daya Genetik dalam pelaksanaana kerjanya sering berhubungan dan menjalin kerjasama antara lain dengan IPGRI (International Plant Genetic Resources Institute), terutama dengan IPGRI-APO (Asia the Pacific and Oceania), RECSEA – PGR (Regional Cooperation in South East Asia on Plant Genetic Resources), INIBAP (International Network for the Improvement of Banana and Plantain) dan COGENT (International Coconut Genetic Resources Network).

Kepengurusan dalam KNSDG.

Kepengurusan KNSDG berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4132/KPTS/OT.160/4/2013 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1739/KPTS/OT.16O/5/2012 tentang Pembentukan Komisi Nasional Sumber Daya Genetik.

  1. Ketua:
    Dr. Ir. Haryono, MSc.
    Kepala Badan penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
  2. Wakil Ketua:
    Dr. Ir. Kasdi Subagrono, M.Sc.
    Sekretaris Badan penelitian dan Pengembangan pertanian, Kementerian Pertanian.
  3. Sekretaris:
    Dr. Ir. Karden Mulya, MS.
    Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  4. Tim Pakar:
    1. Sumber Daya Genetik Tanaman
      Koordinator : Dr. Machmud Thohari (Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor).
      Anggota:
      1. Dr. Ir. Bambang Budianto
        Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian.
      2. Ir. Sri Wijayanti Yusuf, M.Agr.Sc.
        Direktur Perbenihan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian.
      3. Dr. Ir. Herdradjat Natawidjaya, M.Sc.
        Direktur Tanaman Tahunan, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.
      4. Hakim Kurniawan, S.P., MP.
        Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
      5. Dr. Irawati
        Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Lembaga llmu Pengetahuan Indonesia.
      6. Prof. Dr. Sobir
        Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
      7. Dra. Vidya Sari Nalang, M,Sc.
        Deputi Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan dan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup.
    2. Sumber Daya Genetik Ternak
      Koordinator: Prof. Dr. Subandriyo (Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian).
      Anggota:
      1. Ir. Bambang Setiadi, M.S.
        Pusat Penelitian Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
      2. Ir. Abubakar, SE., M.M.
        Direktur Perbibitan Ternak, Direktorat Jenderal Peternakan, Kementerian Pertanian.
      3. Ir. Agus Sriyadi Budi Sutito, M.Sc.
        Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Kementerian Kehutanan.
      4. Dr. Sri Sulandari
        Pusat Penelitian Biologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
      5. Drs. Herry Djoko Susilo, M.Sc.
        Forum Orangutan Indonesia.
      6. Prof. Dr. Muladno Basar
        Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.
    3. Sumber Daya Genetik Ikan
      Koordinator: Dr. Rudhy Gustiano (Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan).
      Anggota:
      1. Prof. Dr. Komar Sumantadinata
        Fakultas Perikanan dan Iimu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
      2. Prof. Dr. M. Fatuchri Sukadi
        Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
      3. Dr. Estu Nugroho
        Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan.
    4. Sumber Daya Genetik Mikroba
      Koordinator: Prof. Dr. Fahriyan Hasmi Pasaribu (Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor).
      Anggota:
      1. Dr. Yantiyati Widyastuti
        Pusat Penelitian Bioteknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
      2. Dr. Wellysar Sjamsuridzal
        Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia.
      3. Drh. Kusmiyati
        Balai Besar Penelitian Veteriner, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
    5. Kebijakan
      Koordinator: Dr. Muhamad Sabran, M.Sc. (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian).
      Anggota:
      1. Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng.
        Kepala Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Badaan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
      2. Suharyanto, S.H.
        Biro Hukum dan Informasi Publik, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian.
      3. Prof. Dr. Kusuma Diwyanto
        Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
      4. Dr. Sutoro
        Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
      5. Dr. Ir. M. Herman
        Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.
      6. Endah Tri Kurniawaty, S.Hut., M.E., MSc.
        Deputi Bidang Pengerrdalian Kerusakan Lingkungern dan Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup.
      7. Dr. Erna M. Lokollo
        Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, Sekretariat Jenderal, Kementerian Pertanian.