Workshop Database NISM dan SIPNP Wilayah Indonesia Tengah dan Timur Tahap Kedua

Sebagai kelanjutan dari workshop pertama yang diselenggarakan pada bulan Februari 2013, maka kembali diselenggarakan Workshop Database NISM (National Information Sharing Mechanism) dan SIPNP (Sistem Informasi Plasma Nutfah Pertanian) Wilayah Indonesia Tengah. Workshop dilaksanakan pada tanggal 16-17 Juni bertempat di aula BPTP DI Yogyakarta. Workshop yang kedua kali ini dimaksudkan untuk memantau dan mengevaluasi status terkini kegiatan pengelolaan data dalam database NISM dan SIPNP pada stakeholder-stakeholder yang telah berpartisipasi pada workshop tahap pertama. Selain itu, dari workshop kedua kali ini diharapkan ada pembaharuan (update) data dari stakeholder-stakeholder untuk berkontribusi dalam pengisian database NISM Indonesia untuk diupload di website FAO.

Seperti diketahui bahwa NISM merupakan sebuah mekanisme database, yang bertujuan utama untuk merekam jejak aktivitas para pelaku konservasi dan pemanfaatan sumber daya genetik tanaman untuk pangan dan pertanian (SDGTPP). Aktivitas dan informasi yang direkam berupa aktivitas dalam hal (1) konservasi in situ, (2) konservasi ex situ, (3) pemanfaatan SDGTPP, dan (4) pembangunan kapasitas SDM dan kelembagaan. Sementara itu SIPNP merupakan sistem database yang menyimpan dan mengelola informasi berkaitan dengan karaktereristik sumber daya genetik yang dikoleksi secara ex situ oleh stakeholder. Program aplikasi SIPNP pertama kalinya dirancang dan disusun untuk mengakomodasi dan membantu dokumentasi SDG pertanian di balai-balai komoditas. Untuk selanjutnya program aplikasi ini mengalami penyempurnaan fitur dan diperluas penggunaanya ke beberapa BPTP dan Komda SDG sejak tahun 2006. Sebagai upaya inventarisasi, dokumentasi serta monitoring SDG pertanian yang tersebar di daerah maka diperlukan database informasi status dan keberadaan plasma nutfah tersebut.

Integrasi yang komplementer antara aplikasi NISM dan SIPNP merupakan satu media yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku kepentingan (stakeholder) untuk melakukan dokumentasi kegiatan konservasi dan pemanfaatan SDGTPP, koleksi, kegiatan promosi, berbagi informasi, dan serta pertukaran SDGTPP. Untuk melanjutkan kegiatan ini perlu dilakukan pembangunan jejaring kerja dengan para stakeholder dalam mendukung upaya implementasi, kegiatan monitoring serta updating status SDGTPP, sehingga informasi dalam database dapat tersusun lengkap.
Workshop diikuti oleh sebanyak 25 peserta dari 15 institusi. Institusi yang berpartisipasi dalam kegiatan workshop ini adalah:

  1. BPTP DI Yogyakarta
  2. BPTP Provinsi Jawa Barat
  3. BPTP Provinsi Kalimantan Tengah
  4. BPTP Provinsi Jawa Tengah
  5. Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra Yogyakarta
  6. BPSB Tanaman Kehutanan dan Perkebunan Yogyakarta
  7. BPSB Tanaman Pertanian
  8. Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
  9. Fakultas Pertanian, UPN Veteran Yogyakarta
  10. Fakultas Biologi, Universitas Gadjah Mada
  11. Dinas Pertanan Provinsi DI Yogyakarta
  12. Bappeda Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta
  13. Bappeda Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta
  14. Badan LingkunganH idup DI Yogyakarta
  15. BPTP Provinsi Jawa Timur

Sementara itu, workshop yang sama untuk wilayah Indonesia Timur juga diselenggarakan di Hotel Ima, Kupang (Nusa Tenggara Timur) pada tanggal 19-20 Juni 2014. Workshop diikuti oleh sebanyak 31 peserta dari 12 institusi, yaitu:

  1. BPTP Provinsi Bali
  2. BPTP Provinsi Nusa Tenggara Timur
  3. BPTP Provinsi Papua
  4. DUPT PSB Provinsi Nusa Tenggara Timur
  5. Komda SDG Provinsi Nusa Tenggara Timur
  6. BP4K Kabupaten Kupang
  7. Dinas Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur
  8. Faperta Universitas Nusa Cendana
  9. Distabun Provinsi Nusa Tenggara Timur
  10. Fakultas Pertanian Universitas PGRI
  11. Fakultas Teknologi Pertanian UKAW
  12. FST Universitas Nusa Cendana.