Workshop Database NISM dan SIPNP Tahap Kedua di Medan

Workshop database NISM (National Sharing Information Mechanism) dan SIPNP (Sistem Informasi Plasma Nutfah Pertanian) kembali diselenggarakan di Medan, Sumatera Utara. Sebagai penyelenggara dan sekaligus koordinator kegiatan regional wilayah Indonesia Barat adalah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kerjasama ITPGRFA-FAO (Food and Agricultural Organization) – BB Biogen Bogor – BPTP Sumatera Utara dengan topik ‘Pemanfaatan dan Pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) Pertanian secara Berkelanjutan untuk Mengantisipasi Perubahan Iklim Global’.

Workshop secara resmi dibuka oleh Kepala BPTP Sumatera Utara, Dr. Catur Hermanto dilanjutkan dengan penyampaian paparan dan arahan dari koordinator proyek kerjasama ITPGRFA-FAO, Dr. Sutoro (peneliti BB Biogen Bogor) serta Dr. Sabrina (Ketua Komisi Daerah Sumber Daya Genetik / Komda SDG Provinsi Sumatera Utara).

Dr. Catur Hermanto – Kepala BPTP Provinsi Sumatera Utara (kiri), Dr. Sabrina – Ketua Komda SDG Provinsi Sumatera Utara (tengah) dan Dr. Sutoro – Koordinator proyek kegiatan kerjasama ITPGRFA–FAO – BB Biogen – BPTP (kanan) saat acara pembukaan workshop.

Sebagaimana kita ketahui bersama, SDG Pertanian merupakan salah satu aset bangsa kita yang sangat penting. Tidak sedikit pihak-pihak luar yang mengincar aset berharga ini, sementara di pihak yang lain kita masih belum melakukan inventarisasi dan pengelolaan secara optimal. Oleh karena itu, workshop ini diharapkan dapat memebrikan manfaat dalam rangka mendukung pengelolaan dan pengamanan aset-aset SDG baik di masa sekarang maupun di masa mendatang. Perkerjaan ini bukan merupakan pekerjaan satu institusi saja, namun harus dilakukan bersama-sama dengan melibatkan berbagai subsektor pertanian. Demikian disampaikan oleh Dr. Catur Hermanto dalam sambutan arahannya.

Dr. Sutoro menambahkan, NISM adalah program aplikasi untuk melakukan dokumentasi kegiatan / aktivitas pengelolaan SDG di suatu stakeholder, sementara SIPNP program aplikasi untuk mendokumentasikan data karakteristik (morfologis, agronomis dan biokimia) SDG Pertanian. Kegiatan dokumentasi ini sangat penting dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kegiatan pengelolaan SDG Pertanian secara utuh. Sistem dokumentasi yang kuat dan terorganisir akan mampu memberikan dukungan dalam rangka melakukan reklaim terhadap aset SDG yang akan dipatenkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, bisa sebagai instrumen untuk melakukan restorasi aset-aset SDG yang hilang akibat bencana alam, mendukung pengelolaan koleksi SDG di institusi tertentu, serta mampu mendukung pemanfaatan (utilisasi) serta monitoring status pemanfaatan SDG yang bersangkutan.

Lebih lanjut Dr. Sabrina menguraikan, provinsi Sumatera Utara memiliki aset keanekaragaman SDG (baik di darat maupun di perraian lautan) yang luar biasa. Jika aset tersebut dikelola dan dikembangkan dengan baik maka akan memberikan manfaat dan keuntungan yang luar biasa pula. Dengan demikian hal tersebut harus selalu kita syukuri, dengan cara mengelola dan memanfaatkan apa yang sudah kita miliki tersebut secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. SDG Pertanian memainkan cukup banyak peran dalam dinamika pembangunan nasional. SDG merupakan keragaman di dalam tingkat jenis (spesies), mencakup pula keragaman fenotipik. Kita menyadari sepenuhnya, masih banyak potensi yang belum sepenuhnya kita ketahui. Masih banyak pekerjaan kita untuk mengungkap, meneliti, serta mengkajinya untuk kemudian memanfaatkan potensi-potensi tersebut sehingga menjadi sesuatu yang bisa memberikan kontribusi ekonomi. Di sisi yang lain, SDG merupakan aset nasional yang mencerminkan identitas bangsa. SDG merupakan bagian dari ketahanan nasional, terkhususnya terkait dengan ketahanan pangan. Satu hal lagi yang tidak boleh diabaikan, bahwa upaya perlindungan terhadap SDG harus sejalan dengan perlindungan terhadap pengetahuan tradisional dan kearifan lokal yang sudah dimiliki bangsa kita selama berpuluh-puluh tahun.

Penyelenggaraan workshop terkait dokumentasi dan inventarisasi SDG Pertanian ini sangat tepat dan bermanfaat. Apabila nantinya kegiatan ini sudah berjalan dengan baik dan rapi, maka dimungkinkan untuk dibangun suatu sistem interoperability untuk melakukan inventarisasi, dokumentasi dan monitoring secara terintegrasi oleh segenap stakeholder yang terlibat terhadap aset SDG yang kita miliki. Sistem database yang baik dan kuat nantinya dapat berfungsi sebagai alat legal dalam sistem database nasional sebagai dasar dalam penentuan akses dan pembagian keuntungan (access and benefit sharing) terhadap penggunaan SDG oleh pihak-pihak luar yang tergabung dalam komunitas pengguna SDG di bawah kendali ITPGRFA (The International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture).

Sebagai narasumber teknis database NISM adalah Try Zulchi P.H, MP., sementara narasumber teknis untuk database SIPNP adalah Hakim Kurniawan, MP. Keduanya adalah staf BB Biogen, Bogor.