Guru Biologi, Kader Penyelamat Plasma Nutfah

Menyadarkan masyarakat tentang pentingnya suatu ilmu pengetahuan secara langsung tidaklah mudah, dan untuk mempermudah hal itu maka lebih tepat untuk mencoba mensosialisasikannya pada pengajaran di sekolah guna menyampaikan pada para siswanya, termasuk di antarnya mengenai plasma nutfah. "Dalam konteks seperti itu maka guru-guru Biologi di sekolah-sekolah adalah kader-kader penyelamat plasma nutfah di Indonesia," kata Kepala Humas IPB drh Agus Lelana di Bogor, Kamis. Atas dasar itu maka Pusat Penelitian Bioteknologi IPB telah menggelar diskusi panel sehari bertema "Pemahaman Plasma Nutfah bagi Guru-guru SMU untuk Menunjang Upaya Pelestariannya". Pada kegiatan itu diundang guru-guru SMU yang berasal dari Sukabumi, Cianjur, Depok dan Pandeglang.

 

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para guru tentang kegunaan, pelestarian serta pemanfaatan plasma nutfah sehingga mereka dapat menyebarluaskannya pada para siswa di sekolah serta masyarakat di lingkungannya masing-masing. Sebagai narasumber ditampilkan ahli kekayaan dan pengelolaan plasma nutfah, Kusuma Diwyanto yang didampingkan dengan ahli pemanfaatan dan pelestarian plasma nutfah, Soenartono Adisoemarto serta Kepala Pusat Penelitian Bioteknologi IPB, Machmud Thohari. Istilah plasma nutfah, dalam dunia pendidikan bukan terlalu asing, terlebih bagi yang menggeluti dunia eksakta. Plasma Nutfah merupakan salah satu komponen sumberdaya hayati yang kaya manfaat, namun sangat disayangkan saat ini belum banyak masyarakat yang mencoba untuk memanfaatkannya atau bahkan mereka tidak tahu. "Padahal nenek moyang kita dulu sebenarnya sudah sering memanfaatkan plasma nutfah, hanya saja mereka tidak menyadari dan belum memahami manfaatnya secara mendalam," katanya. Akibatnya pada berbagai kelompok plasma nutfah kelestariannya terancam karena generasi penerusnya kurang mengetahui hal itu. Pemanfaatan plasma nutfah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan serta obat-obatan. Selain itu, secara tidak langsung plasma nutfah juga dapat dimanfaatkan untuk pemuliaan tanaman atau hewan. "Lewat metode pembelajaran di sekolah upaya menyosialisasikan ilmu plasma nutfah itu merupakan metode yang tepat dan akan lebih efektif," katanya. Dengan bekal pemahaman yang lebih baik dari seorang guru maka diharapkan ia mampu meneruskannya pada para siswa sehingga untuk selanjutnya akan terbentuk dampak penggandaan (multiplier effect).

Sumber: http://www.gatra.com/2004-01-31/artikel.php?id=33501