Rencana Aksi Sumber Daya Genetik (SDG) Ternak untuk Pangan dan Pertanian

Keanekaragaman hayati Sumber Daya Genetik Hewan / Ternak (SDGH/T) merupakan hasil intervensi manusia selama ribuan tahun. Negara-negara saling tergantung dalam pemanfaatan SDGH/T. Data menunjukkan bahwa dari sebanyak 7.616 rumpun (breed) di dunia, 20% terancam beresiko, sekitar satu rumpun hilang setiap tahunnya. Produksi peternakan semakin menggunakan ru,pun terbatas, sebaliknya keragaman genetik menurun. Rumpun multiguna statusnya masih undervalued. Dengan demikian diperlukan resistensi genetik dalam mengontrol penyakit dan perespon perubahan iklim.

 

Rencana Aksi Global Sumber Daya Genetik Ternak merupakan rencana bergulir, dengan waktu kerja sekitar 10 tahun dengan ketentuan untuk pemanfaatan berkelanjutan, pembangunan dan konservasi SDG Tanaman baik pada tingkat nasional, regional maupun secara global.

Tujuan utama dari Rencana Aksi Global Sumber Daya Genetik Ternak antara lain adalah:

  • melakukan promosi pemanfaatan berkelanjutan dan pembangunan SDG Tanaman (SDGT), untuk keamanan pangan, pertanian yang berkelanjutan serta kesejahteraan manusia di seluruh negara;
  • memastikan konservasi SDGT yang utama baik untuk penggunaan generasi saat ini maupun generasi mendatang dan menunda kehilangan sumber daya yang kritis tersebut;
  • melakukan promosi pembagian keuntungan yang adil dan berimbang yang ditimbulkan dari pemanfaatan SDGT untuk pangan dan pertanian dan menghargai pengetahuan asli masyarakat lokal, penemuan dan praktek terkait dengan konservasi SDGT dan pemanfaatan berkelanjutan serta apabila memungkinkan maka perlu disiapkan kebijakan dan pengaturan perundangan yang efektif;
  • mempertemukan kebutuhan penggembala dan peternak, baik secara individu maupun kelompok, dalam kerangka hukum nasional agar bebas mengakses sumber daya genetik, baik berupa informasi, teknologi, sumber pembiayaan, hasil penelitian, sistem pemasaran maupun sumber daya alam, sehingga masyarakat dapat melanjutkan pengaturan dan penyempurnaan SDGT serta
  • mendapatkan keuntungan dari pemanfaatannya; melakukan promosi tentang pendekatan agroekosistem untuk pemanfaatan
  • berkelanjutan, pembangunan dan konservasi SDGT; membantu negara dan lembaga yang bertanggung jawab untuk manajemen
  • SDGT guna memperkuat, melaksanakan dan secara reguler mengkaji prioritas nasional untuk pemanfaatan berkelanjutan, pembangunan dan konservasi SDGT;
  • memperkuat program nasional dan meningkatkan kapasitas kelembagaan, khususnya di negara berkembang dan negara dengan status ekonomi pada kondisi transisi serta mengembangkan program nasional dan internasional yang relevan, termasuk diantaranya aspek pendidikan, penelitian dan pelatihan yang mengutamakan karakterisasi, inventarisasi, konservasi pembangunan dan pemanfaatan berkelanjutan SDGT;
  • mempromosikan kegiatan yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengangkat kebutuhan akan pemanfaatan berkelanjutan dan konservasi SDGT yang dapat menarik perhatian pemerintah dan organisasi internasional;

Pada tanggal 7 September 2007 FAO mengadakan Konferensi Teknis Internasional (KTI) Sumber Daya genetik Hewan (SDGH) untuk Pangan dan Pertanian Pertama di Interlaken, Swiss. Konferensi menghasilkan keluaran teknis dan kebijakan, disetujui sebagai Rencana Aksi Global (RAG) untuk SDGH atau Global Plan of Action for Animal genetic Resources. Keluaran tersebut dikenal sebagai Deklarasi Interlaken untuk SDGH Pertama.

Komunitas Internasional telah mengadopsi Rencana Aksi Global untuk Sumber Daya Genetik Ternak, yang terdiri dari 23 Prioritas Strategi yang dimaksudkan untuk 1) Melawan erosi keragaman genetik ternak dan 2) Memanfaatkan sumber daya genetik ternak secara berkelanjutan. Implementasi Rencana Aksi Global secara nyata akan menyumbang pencapaian target Millennium Development Goals 1 (untuk menghapus kemiskinan dan kelaparan) dan sasaran MDG 7 (untuk memastikan lingkungan yang berkelanjutan).

Rencana Aksi Global atau Global Plan of Action (GPA) merupakan titik puncak dari suatu proses panjang yang melibatkan 169 negara. GPA diadopsi oleh 109 negara delegasi pada Konferensi Teknis Internasional Sumber Daya Genetik Ternak untuk Pangan dan Pertanian, yang diselenggarakan di Interlaken, Switzerland, tanggal 3-7 September 2007.

Konferensi tersebut juga mengadopsi Deklarasi Interlaken tentang Sumber Daya Genetik Ternak, dimana dikonfirmasikan tanggung jawab individu dan tanggung jawab bersama untuk konservasi, pemanfaatan berkelanjutan dan pembangunan sumber daya genetik ternak untuk pangan dan pertanian; untuk keamanan pangan dunia; untuk meningkatkan status nutrisi manusia; dan untuk pembangunan pedesaan. Negara-negara tersebut berkomitmen untuk memfasilitasi akses terhadap sumber daya genetik ternak diperlukan guna mendapatkan akses terhadap sumber daya ini, dan memastikan pembagian keuntungan yang seimbang dan adil dalam pemanfaatannya.

Kita telah mewarisi kekayaan luar biasa dan keragaman sumber daya genetik ternak (SDGT) dari generasi sebelum kita, di seluruh penjuru dunia, dan harus menghormatinya, seperti hal yang dilakukan Charles Darwin, ketika pada tahun 1868 dia menulis “ketrampilan utama dan ketekunan yang ditunjukkan oleh orang/individu yang telah mewariskan peninggalan yang abadi dari kesuksesannya yang tampak dari status terkini ternak yang telah didomestikasi”. Ternak-ternak yang ada sekarang ini akan menemani langkah ke depan, ke dalam kisaran iklim yang luas dan ekosistem yang ada, dimana mereka membuktikan diri untuk dapat beradaptasi dengan baik. Sekarang, dengan kebutuhan populasi manusia yang semakin bertambah, perubahan keinginan konsumen, dan banyaknya tantangan akibat perubahan iklim dan munculnya berbagai penyakit, kita perlu, sekali lagi, waspada terhadap adaptabilitas dan potensi ini untuk menghadapi ketidakpastian di masa mendatang. Membiarkan sumber daya genetik ini akan hilang tanpa usaha sama sekali tidak akan dihargai baik oleh generasi terdahulu maupun generasi masa mendatang. Deklarasi Interlaken untuk Sumber Daya Genetik Ternak (SDGT) meminta untuk dilaksanakannya aksi guna mencegah kehilangan ini dan merekomendasikan Rencana Aksi Global sebagai alat yang tepat untuk menangani tantangan ini.

Pemerintah harus sudah dapat menunjukkan keinginan politik yang berkesinambungan dan mengerahkan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan Rencana Aksi Gobal tersebut dengan keberhasilan yang tinggi. Hal ini memerlukan kerjasama internasional dan regional yang kuat, PBB dan organisasi internasional lainnya, komunitas ilmiah, donor, masyarakat sipil dan pihak wasta semuanya mempunyai peran penting. Lebih dari itu, terdapat praktek moral dan tindakan nyata yang menyiapkan dukungan bagi pemelihara ternak dan pemulia, yang merupakan penjaga dari keragaman sumber daya genetik ternak dunia, terutama di negara berkembang dan yang bergantung pada keberadaan SDGT untuk kehidupannya. Peran dan kebutuhan mereka tidak dapat diabaikan, apabila Rencana Aksi Global ini ingin berhasil dilaksanakan.

Deklarasi Interlaken tentang SDGT mengenali bahwa terdapat kesenjangan yang nyata dan kelemahan dalam kapasitas nasional dan internasional untuk melaksanakan inventarisasi, monitoring, karakterisasi, pemanfaatan berkelanjutan, pembangunan dan konservasi SDGT, yang perlu diperhatikan dengan segera. Perlu pula memperhatikan pengerahan sumber pendanaan dan dukungan jangka panjang untuk program SDGT nasional dan internasional.

Sesudah terobosan bersejarah dihasilkan oleh Dekarasi Interlaken, haruslah dipertahankan saat yang tepat dan bergerak maju secara bersama-sama melalui berbagai lini. Kapasitas teknis, terutama di negara berkembang, harus lebih diperkuat; program nasional dan kebijakan untuk pemanfaatan dan pembangunan SDGT berkelanjutan, konservasi dan karakterisasi (SDGT) harus selalu ditegakkan atau diperkuat; dan kerangka kebijakan yang efektif untuk sumber daya genetik secara perlahan dibangun dalam suatu sistem yang merefleksikan karakteristik yang spesifik sumber daya ini dan kebutuhan yang nyata bagi para pemulia ternak dan pemelihara ternak di seluruh dunia.

FAO memastikan bahwa untuk pelaksanaan Rencana Aski Global untuk Sumber Daya Genetik Ternak, Komisi Sumber Daya Genetik untuk Pangan dan Pertanian dari PBB akan mengarahkan dan memantau kemajuan kegiatan ini.