Kongres Ketiga Komisi Daerah Sumber Daya Genetik se-Indonesia

Acara Kongres Komisi Daerah Sumber Daya Genetik se-Indonesia yang ketiga telah dilaksanakan pada tanggal 3-5 Agustus 2010 di Surabaya dengan mengangkat tema  “Pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik secara berkelanjutan dalam menghadapi perubahan Iklim untuk mencapai ketahanan pangan". Kegiatan kongres diawali dengan fieldtrip ke kawasan wisata agro, Pasar Induk Agrobis Jawa Timur, PUSPA AGRO. Pasar ini diharapkan menjadi ikon baru kota Surabaya dan menjadi pusat bisnis sayuran, buah-buahan, perikanan, dan peternakan di Propinsi Jawa Timur. Pasar seluas 50 hektar ini terletak di Desa Jemundo, Taman, Sidoarjo. Diresmikan pada 17 Juli 2010 dan merupakan pasar induk agrobisnis modern terintegrasi pertama di Indonesia.

 

Pada malam harinya dilakukan pemukulan gong sebagai simbol pembukaan dan peresmian acara oleh Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, Dr. H. Rasiyo, Msi, mewakili Gubernur Jawa Timur. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa sumberdaya genetik lokal sangat perlu mendapatkan perhatian agar dapat diberdayakan secara optimal dan memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Hari kedua diisi dengan beberapa sesi tentang kebijakan dalam pengelolaan SDG Nasional, Aplikasi dan peran Bioteknologi dalam Pengelolaan SDG serta Model Konservasi SDG dan Pemanfaatannya, serta materi tentang Peraturan Perundang-undangan dan Pengelolaan SDG. Ketiga sesi ini menghadirkan pembicara dari Badan Litbang Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup, LIPI, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pusat PVT, Komnas SDG, PT. Syngenta dan PT. Monsanto. Sedang hari ketiga diisi dengan presentasi pengelolaan SDG di masing-masing daerah, yang diwakili oleh Komisi Daerah (KOMDA) Kalimantan Timur, KOMDA Jawa Tengah, KOMDA Riau, dan KOMDA Jawa Timur. Sesi pada hari ketiga ini lalu diakhiri dengan presentasi oleh Dr. Sutoro, BB Biogen, yang menyampaikan tentang National Information Sharing Mechanism on the Implementation of Global Plan of Action on PGRFA (NISM-GPA), merupakan sarana untuk saling bertukar dan menganalisis informasi berkaitan dengan Sumberdaya Genetik Tanaman Pangan Pertanian (SDGTPP) yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan untuk perencanaan negara terhadap SDGTPP di masa yang akan datang.

Penutupan acara kongres oleh Ketua KOMDA SDG Provinsi Jawa Timur, Drs. Chusnul Ariefin Damuri, MM., M.Si,  dengan menyampaikan hasil dan rekomendasi yang telah diperoleh dari Kongres Ketiga KOMDA SDG Se-Indonesia sebagai berikut:

  1. Dalam menghadapi perubahan iklim perlu merakit varietas yang mampu beradaptasi terhadap perubahan iklim;
  2. UU PPSDG diperlukan untuk mengatur pemanfaatan kekayaan keanekaragaman hayati yang saat ini masih dimanfaatkan Negara lain tanpa access benefit sharing,
  3. Pemanfaatan SDG yang berkelanjutan memerlukan fasilitas pelestarian ex situ dan in situ;
  4. Perlu segera dibangun koordinasi pelestarian dan pemanfaatan SDG antar kementerian terkait serta para pemangku kepentingan lainnya;
  5. Pusat PVT harus lebih mendorong daerah-daerah untuk mendaftarkan SDGnya secepatnya dan sebanyak mungkin melalui peningkatan kegiatan Sosialisasi Perlindungan Varietas Tanaman ke daerah-daerah dan masyarakat;
  6. Perlu dibentuk lembaga/SATKER yang menangani pendaftaran SDG ternak dan ikan;
  7. Perlu segera mendaftarkan produk pertanian spesifik lokasi untuk memberikan nilai tambah kepada produk pertanian tersebut;
  8. Pengalihan materi SDG yang ada di Indonesia kepada pihak lain harus diatur dalam peraturan perundang-undangan Indonesia dalam rangka melindungi SDG tersebut dan memberikan keuntungan kepada pemilik SDG; 
  9. Dalam Kongres Keempat yang akan datang perlu lebih banyak dibahas topik SDG hewan;
  10. Secara aklamasi telah disetujui penyelenggaraan Seminar Nasional dan Kongres Keempat Komisi Daerah Sumber Daya Genetik yang menjadi tuan rumah adalah Komisi Daerah Sumber Daya Genetik Provinsi Sumatra Utara.