Semiloka Pengelolaan SDG Pertanian secara Berkelanjutan

Tujuan pembangunan nasional bidang pertanian antara lain untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Di tengah pertambahan penduduk yang melampaui peningkatan produksi pangan, pencapaian tujuan tersebut menjadi semakin berat dengan adanya perubahan iklim. Berkaitan dengan kecukupan pangan, ada tiga unsur utama yang saling berkaitan erat yaitu sumber daya genetik, perubahan iklim dan ketahanan pangan. Agar dapat digunakan sebagai bahan dasar perakitan varietas yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim, Sumber Daya Genetik (SDG) harus dikelola secara berkelanjutan. Untuk merakit varietas unggul yang mampu beradaptasi dengan lingkungan baru akibat dari perubahan iklim diperlukan SDG yang memiliki karakter yang diperlukan guna menghadapi cekaman lingkungan akibat dari perubahan iklim seperti kekeringan, salinitas maupun rendaman dan SDM yang memadai. Dengan demikian diharapkan produktivitas tanaman pangan yang keberlanjutan dapat terwujud sehingga akan mendukung ketahanan pangan nasional.

Semiloka yang diselenggarakan pada hari Senin, 26 September 2011 di Ruang Pertemuan Lantai 3 Gedung A1 – Fakultas Pertanian – Universitas Gadjah Mada – Jl. Socio Justicia, Bulaksumur, Yogyakarta dihadiri lebih dari 100 orang peserta stakeholders dari berbagai instansi dan daerah (PERIPI Komda DIY, Komda SDG DIY, P3GI, BPTP Jambi, BPTP DIY, Badan Litbang Kehutanan – Kementerian Kehutanan, Badan Lingkungan Hidup – DIY, Balitsereal Maros, Balittas Malang, Balitbu Tropika Solok, Puslit Kopi-Kakao, Balai Besar Biotek dan Pemuliaan Hutan Tanaman - Yogyakarta, Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Provinsi DIY, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura – Kabupaten Gunung Kidul, Dinas Pertanian – Klaten, Produsen Benih, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magelang, Dinas Pertanian Karanganyar, UPT PSBTPH – Jawa Timur, BPSB – Yogyakarta, Fakultas Pertanian UGM, Fakultas Perikanan – UGM, Fakultas Pertanian – USKW, Fakultas Pertanian - UNISRI, Fakultas Pertanian – Universitas Mercu Buana, Fakultas Pertanian – UPN Veteran Yogyakarta, Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, BB P2TOOT, BBI Palangkaraya, PT BISI International, PT East West Seed Indonesia, PT Raja Pilar, PT Samudra Sejahtera, PT Natural Nusantara, PT Prima Nusa Gemilang, PT HSI, dan PT SSN). Kegiatan ini diselenggarakan untuk memperoleh informasi teknologi pemanfaatan SDG Pertanian dan kesiapan SDM yang dapat digunakan dalam mengantisipasi perubahan iklim dan meningkatkan Ketahanan Pangan.

Acara rencananya akan dihadiri oleh Kepala Badan Litbang Pertanian, karena Kepala Badan harus menghadiri United Nations’ General Assembly di New York pada kesempatan ini dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Prof. Ir. Triwibowo Yuwono, Ph.D. Semiloka ini dibagi dalam empat Sesi yang masing-masing dipandu oleh seorang moderator dan presentasi dua makalah oleh dua narasumber.

Pada SESI I yang dipandu oleh Dr. Ir. Rudi Harimurti, disajikan:

  1. Kebijakan Badan Litbang Pertanian dalam Menghadapi Perubahan Iklim untuk Mendukung Pembangunan Pertanian (Dr. Karden Mulya – mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian);
  2. Perbaikan Varietas untuk Menghadapi Perubahan Iklim (Dr. Sugiono Moeljopawiro – Komnas SDG);

Pada SESI II dipandu oleh Dr. Panjisakti Basunanda dengan makalah dan narasumber sbb:

  1. Dampak Global Warming terhadap perubahan iklim di Indonesia dan ancamannya terhadap SDG (Ir. Anjal Ani Asmara, M.Si.- Fakultas Pertanian – Universitas Gadjah Mada);
  2. Pendaftaran varietas tanaman dan kerabat liarnya untuk Pelestarian dan Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Genetik (Ir. Warsidi – Pusat Perlidungan Varietas Tanaman – Kemtan);

Pada SESI III yang dipandu Dr. Eka Tarwaca Susila Putri, disajikan dua makalah sbb:

  1. Status produksi pangan dan Perubahan Iklim: Strategi, Kebijakan dan Program Aksi (Dr. Firdaus Kasim – Puslitbang Tanaman Pangan);
  2. Pengembangan SDM Pemuliaan untuk Pemanfaatan SDG dalam Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan (Dr. Prapto Yudono – PERIPI Komda Yogyakarta);

Sedangkan pada SESI IV yang dipandu Dr. Endang Sulistyaningsih, disajikan makalah sbb:

  1. Pemanfaatan bioteknologi dalam Perbaikan Tanaman. (Dr. M. Herman – BB BIOGEN);
  2. Pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik pangan dan pertanian untuk mendukung ketahanan pangan (Dr. Taryono - Fakultas Pertanian – Universitas Gadjah Mada).

Sebagai hasil semiloka ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

  • Kebijakan Badan Litbang Pertanian menghadapi Perubahan Iklim untuk mendukung pembangunan pertanian. Program Badan Litbang Pertanian dalam mendukung kebijakan menghadapi perubahan iklim. Program Penelitian (perakitan varietas adaptif perubahan iklim, teknologi budidaya toleran cekaman iklim, teknologi hemat penggunaan air, pengendalian kehilangan hasil, pemanfaatan optimal by product) dan Program Pengembangan (ICEF, pengembangan sistem komunikasi, penyiapan kelembagaan, tool dan pedoman, perakitan dan pengembangan model, pendayagunaan kearifan lokal, optimalisasi program diversifikasi pangan). Kesiapan Tool (Atlas Kalender Tanam) dan Blue Print Pengelolaan Banjir dan Kekeringan Partisipatif dan Berkelanjutan.
  • Penguatan kebijakan dan program tentang SDG pangan dan pertanian, antara lain seperti mengembangkan kebijakan akses dan pembagian keuntungan dengan mempertimbangkan saling ketergantungan antar negara akibat perubahan iklim.
  • Penyediaan fasilitas bank gen yang memadai guna Konservasi secara aktif keragaman genetik yang paling terancam perubahan iklim.
  • Perlunya investasi program jangka panjang untuk karakterisasi, evaluasi, dan pemuliaan SDG yang siap untuk menghadapi perubahan iklim. Serta penguatan pengelolaan keanekaragaman hayati pertanian untuk adaptasi di tiap komunitas.
  • Kegiatan manusia dalam berbagai sektor berdampak meningkatkan jumlah gas-gas rumah kaca di atmosfer bumi. Oleh sebab itu perlu dilakukan pembatasan produksi gas-gas rumah kaca untuk menjaga agar tidak terjadi pemanasan global meningkat sehingga sesuai untuk kehidupan optimal SDG (manusia, flora, fauna dan mikroba). Untuk mengatasi dampak perubahan iklim perlu diterapkan upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim secara konseptual.
  • Dalam rangka pelestarian dan optimalisasi pemanfaatan SDG Pertanian perlu dilakukan Pendaftaran Varietas Tanaman baik SDG lokal maupun kerabat liarnya. Mengingat bahwa pendaftaran varietas tanaman tidak dipungut bayaran, maka perlu didorong semaksimal mungkin pelaksanaan Pendaftaran Varietas Tanaman tersebut oleh semua stakeholders di daerah.
  • Strategi Kebijakan dan Program Antisipasi Perubahan Iklim dan Alih Fungsi Lahan: Fokus Arah dan Strategi Kebijakan Umum terkait Ketahanan Pangan melalui Peningkatan Produksi Tanaman Pangan, Kebijakan Konsolidasi dan Optimalisasi Sumber Daya Lahan serta berbagai Program Strategis (Ekstensifikasi, Rencana Aksi Penanggulangan Banjir dan Kekeringan, dan Rencana Aksi Penanggulangan Alih Fungsi Lahan)
  • Memanfaatkan SDG (padi, jagung, kedelai) untuk menghasilkan varietas baru unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim serta berumur genjah, tahan kekeringan, tahan genangan, tahan hama utama, produksi tinggi, bergizi tinggi dan mengurangi laju emisi gas rumah kaca dsb.)
  • Dalam pengembangan SDM Pemuliaan untuk Pemanfaatan SDG dalam mendukung Ketahanan Pangan berkelanjutan, mengingat bahwa hanya beberapa Fakultas Pertanian di Indonesia yang mendidik spesialis pemuliaan tanaman dimana pada setiap angkatan jumlahnya juga sangat sedikit, maka perlu dilakukan penyesuaian kurikulum dan fasilitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan. Perlu memberikan insentif seperti AKIL kepada pemulia yang menunjukkan prestasi, produktif dan kinerja yang tinggi dalam bidang pemuliaan.
  • Untuk meningkatkan produksi pangan dapat dilakukan melalui pemanfaatan bioteknologi dalam perbaikan produktivitas tanaman seperti dengan mutasi induksi, pemuliaan tanaman konvensional atau dengan bioteknologi (pelengkap teknologi konvensional). Rekayasa genetik dapat dilakukan untuk menyisipkan sifat-sifat yang diinginkan kepada varietas unggul. Teknik rekayasa dapat dilakukan secara tidak langsung melalui vektor dan secara langsung dengan penembak gen, elektroporasi atau vortex.
  • Pelestarian dan Pemanfaatan SDG Tanaman Pangan dan Pertanian di DIY untuk mendukung Ketahanan Pangan. Di DIY terdaftar SDG tanaman yang sudah dilepas antara lain tanaman pangan padi gogo, dan kedelai hitam, tanaman hortikultura buah-buahan salak, jambu air, jambu mete, mangga, kelengkeng, durian, kelapa, srikaya, tanaman sayuran tomat dan bawang merah. DIY juga mempunyai cukup banyak SDG tanaman yang berpotensi dan belum dilepas sebanyak 64 jenis tanaman di lima kabupaten/kota. DIY juga sedang mengembangkan Jogja Seed Centre, diharapkan dapat segera beroperasi untuk dapat mendukung dan menyediakan benih tanaman yang dibutuhkan untuk pertanian di DIY.


Dr. Karden Mulya, mewakili Kepala Badan Litbang Pertanian menyampaikan presentasi key nte dalam acara Semiloka Pengelolaan SDG Pertanian di Fakultas Pertanian - Universitas Gadjah Mada pada tanggal 26 September 2011.


Dr. Sugiono Moeljopawiro, peneliti senior BB BIOGEN dan anggota Komnas SDG tengah menyampaikan presentasi dengan judul ‘Perbaikan Varietas untuk menghadapi Perubahan Iklim’.


Ir. Anjal Ani Asmara - staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada dan Ir Warsidi - dari Kantor Pusat Perlindungan Varietas Tanaman Kementerian Pertanian tengah menyampaikan presentasi dalam Sesi II Semiloka Pengelolaan SDG Pertanian.


Dr. Firdaus Kasim - Peneliti Senior Puslitbang Tanaman Pangan dan Prof. Dr. Prapto Yudono - Guru Besar Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada tengah menyampaikan presentasi dalam Sesi III.


Dr. M. Herman dalam Sesi IV Semiloka Pengelolaan SDG Pertanian sedang menyampaikan presentasi dengan judul ‘Pemanfaatan Bioteknologi dalam Perbaikan Tanaman’.