Apresiasi Pengelolaan SDG di Bandung

Apresiasi Pengelolaan Sumber Daya Genetik tahun 2010 dengan tema “Pemberdayaan Sumber Daya Genetik sebagai Sumber Bahan Bakar Hayati” telah dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 6 Juli 2010 di Bandung. Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai VI milik Kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Provinsi Jawa Barat, Jalan Naripan No.25, Bandung. Latar belakang pemilihan tema ini adalah karena dalam satu dekade terakhir ini persoalan energi merupakan persoalan krusial dunia. Permintaan energi yang terus meningkat disebabkan karena pertumbuhan populasi penduduk dan menipisnya cadangan minyak dunia serta permasalahan emisi dari bahan bakar fosil memberikan tekanan kepada setiap negara untuk segera memproduksi dan menggunakan energi terbaharukan. Selain itu, peningkatan harga minyak dunia hingga mencapai US$105,00 per barel juga menjadi alasan yang serius yang menimpa banyak negara di dunia seperti Indonesia.

Melambungnya harga minyak dunia menimbulkan dampak yang besar bagi pembangunan bangsa Indonesia. Konsumsi BBM yang mencapai 1,3 juta/barel tidak seimbang dengan produksinya yang nilainya sekitar 1 juta/barel sehingga terdapat defisit yang harus dipenuhi melalui impor. Menurut data ESDM (2006) cadangan minyak Indonesia hanya tersisa sekitar 9 milliar barel. Apabila terus dikonsumsi tanpa ditemukannya cadangan minyak baru, diperkirakan cadangan minyak ini akan habis dalam dua dekade mendatang.

Untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional untuk mengembangkan sumber energi alternatif sebagai pengganti bahan bakar minyak. Kebijakan tersebut menekankan pada sumber daya yang dapat diperbaharui sebagai altenatif pengganti bahan bakar minyak.

Sebenarnya masih ada sumber energi alternative lainnya yang belum dimanfaatkan seperti tenaga surya, tenaga air, tenaga angin dan biogas serta sumber energi yang berasal dari Nabati atau Bahan Bakar Nabati (BBN) seperti minyak jarak, minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil, CPO). BBN seperti ethanol dapat diproduksi dari fermentasi karbohidrat tanaman yang tidak bersaing pemanfaatannya untuk pangan manusia dan pakan ternak, Tanaman yang dapat didorong peningkatan produksinya untuk menghasilkan ethanol antara lain seperti ubi kayu, sorghum, jagung dsb. Sedangkan produksi minyak nabati yang dapat digunakan untuk mengantikan minyak diesel antara lain adalah minyak yang berasal dari tanaman jarak dan kelapa sawit. Salah satu sumber energi alternatif lain adalah biogas. Gas ini berasal dari berbagai macam limbah organik seperti sampah biomassa, kotoran manusia, kotoran hewan dapat dimanfaatkan menjadi energi melalui proses anaerobic digestion. Proses ini merupakan peluang besar untuk menghasilkan energi alternative. Dengan pemanfaatan sumber-sumber energi alternative tersebut akan mengurangi jumlah penggunaan bahan bakar fosil. Dalam usaha mencari alternative sumber energi khususnya yang berasal dari bahan nabati dan ternak, Komisi Nasional SDG berusaha membantu Pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyelenggaraan Apresiasi Pengelolaan Sumber Daya Genetik dengan tema Pemberdayaan Sumber Daya Genetik sebagai Sumber Bahan Bakar Hayati.

Adapun tujuan penyelenggaraan apresiasi ini adalah:

  1. Meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik tentang pentingnya pelestarian dan pemanfaatan SDG yang berkelanjutan
  2. Memberikan masukan kepada publik tentang perlunya mencari sumber energi yang terbarukan sebagai alternative menggantikan sumber energi asal fosil (BBM).

Peserta dan Pendaftaran Peserta melalui telfon, pos, fax atau e-mail. Mengingat keterbatasan tempat, maka jumlah peserta dibatasi hanya 60 orang. Peserta Apresiasi tidak dipungut bayaran. Meskipun pendaftaran terakhir dibatasi sampai hari Selasa, 29 Juni 2010, ternyata sampai dengan hari Jum’at, 2 Juli 2010 masih ada yang berminat untuk hadir. Peserta yang diundang dalam acara ini, antara lain adalah:

  1. Beberapa Komda SDG (Tasikmalaya, Kaltim, Jatim, Jateng, DIY, Sumsel, Lampung);
  2. Beberapa pemangku kepentingan SDG Pemda Jawa Barat: BAPPEDA, BPLHD, Dinas Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perkebunan, Perikanan, Perindustrian, Perdagangan di Bandung;
  3. Beberapa Perguruan Tinggi (dosen & BEM) di wilayah Bandung dan sekitarnya;
  4. Lembaga Penelitian (BPTP Lembang, Balitsa, Balithi);
  5. Pemilik peternakan atau perusahaan ternak (Sapi, Babi, Ayam) di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Dalam Apresiasi kali ini, jumlah peserta yang hadir sebanyak 61 orang. Peserta yang hadir bukan hanya berasal dari kota Bandung, tetapi dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Barat, bahkan ada yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Acara apresiasi dibuka oleh Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Ir. Dewi Nurhayati, M.Si., mewakili Kepala BPLHD Dr. Setiawan W., yang berhalangan hadir karena ada tugas lainnya. Selanjutnya Dr. Machmud Thohari selaku penanggungjawab kegiatan memberikan sambutan dan penjelasan tentang maksud pelaksanaan apresiasi dan sekaligus memperkenalkan para pembicara dan anggota Komisi Nasional SDG yang hadir dalam acara ini.

Pembicara yang menjadi narasumber dalam apresiasi ini adalah:

  1. Prof. Dr. Endang Gumbira Said (Pengajar pada IPB): ”Kebijakan riset Bahan Bakar Nabati untuk substitusi BBM”;
  2. Dr. Bambang Tri Budiman (Ketua Asosiasi Biodisel Indonesia): ”Strategi pengembangan BBN sebagai substitusi BBM di Indonesia”;
  3. Dr. Soeranto Human (Breeder dari BATAN): ”Pemanfaatan lahan marjinal utk pengembangan komoditas sumber bahan bakar nabati dalam rangka mendukung program bioetanol sebagai bahan bakar”;
  4. Prof. Dr. Kusuma Diwyanto (Peneliti Badan Litbang Pertanian): ”Pemanfaatan limbah SDG ternak dalam pengembangan biogas untuk memenuhi kebutuhan enerji masyarakat secara nyata”; dan
  5. Prof. Dr. Khaswar Syamsu (Pengajar pada IPB): ”Teknologi Proses Bioethanol untuk bahan bakar nabati”.

Dr. Sugiono Moeljopawiro memimpin sidang dan memandu diskusi antara peserta dan pembawa makalah usai presentasi. Terakhir, Dr. M. Herman menutup acara apresiasi seraya menyampaikan ucapan terima kasih baik kepada BPLHD yang telah menyediakan tempat untuk pelaksanaan apresiasi maupun kepada para peserta apresiasi yang hadir dari berbagai instansi dan dari berbagai daerah.