Sosialisasi Hasil-Hasil Sidang FAO dan CGRFA

Pada tanggal 13 Desember 2007, Komisi Nasional Sumber Daya Genetik (KNSDG) atas permintaan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, telah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Hasil-Hasil Sidang FAO dan CGRFA. Adapun tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk memasyarakatkan hasil pertemuan internasional yang berkaitan dengan materi sumber daya genetik yang dihadiri oleh delegasi RI (DELRI) yang antara lain dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan Komisi Nasional Sumber Daya Genetik. Hasil pertemuan internasional tersebut perlu segera dimasyarakatkan baik kepada stake holders di lingkup Departemen Pertanian maupun yang di luar lingkup DEPTAN. Untuk itu KNSDG menyelenggarakan acara ini dengan peserta dari berbagai instansi di lingkup DEPTAN (Badan Litbang Pertanian) maupun instansi di luar DEPTAN seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Riset dan Teknologi, LIPI, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Kehutanan dan sebagainya.

 

Dalam tahun 2007 ini Pemerintah Indonesia mengirimkan delegasinya untuk menghadiri tiga sidang internasional penting tentang sumber daya genetik yang penyelenggaraannya dikoordinir oleh Commission on Genetic Resources for Food and Agriculture (CGRFA) – Food and Agriculture Organization (FAO). Adapun ketiga sidang tersebut adalah the Eleventh Regular Session of Commission on Genetic Resources for Food and Agriculture, the International Technical Conference on Animal Genetic Resources (ITC-AnGR) for Food and Agriculture, dan the Second meeting of Governing Body of International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture.
Mengingat bahwa hasil-hasil pertemuan atau sidang Internasional yang diselenggarakan oleh badan dunia seperti FAO tersebut perlu ditindaklanjuti oleh Negara Republik Indonesia, maka perlu untuk mengkomunikasikannya kepada para pemangku kepentingan di Indonesia. Sosialisasi tersebut tentu saja harus disampaikan pertama kepada para anggota Komisi Nasional Sumber Daya Genetik serta pihak-pihak lain yang belum terwakili dalam KNSDG, seperti BPPT, Departemen Kehutanan dsb. Dengan disosialisasikannya hasil-hasil pertemuan tersebut, diharapkan tindak lanjutnya dapat dilaksanakan oleh semua pihak di Indonesia sebagai perwujudan komitmen yang sudah diberikan oleh pemerintah Indonesia melalui Delegasi Republik Indonesia (DELRI).
Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan dengan tujuan untuk mengkomunikasikan hasil-hasil pertemuan internasional yang berkaitan dengan sumber daya genetik pertanian khususnya CGRFA-FAO kepada para pemangku kepentingan seperti para pengambil kebijakan, anggota Komisi Nasional Sumber Daya Genetik, dan pihak-pihak lain yang berkaitan erat dengan sumber daya genetik pertanian, perikanan dan kehutanan. Tujuan lainnya adalah untuk memberikan informasi kepada anggota DELRI yang akan hadir sebagai wakil resmi Pemerintah Indonesia dalam sidang dan pertemuan Internasional yang diselenggarakan oleh CGRFA – FAO, agar dapat mempersiapkan position paper yang berkaitan dengan materi sumber daya genetik pertanian, ternak, ikan, mikroba, dan sumber daya genetik hutan.
Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan dengan cara presentasi dan diskusi. Adapun peserta sosialisasi ini adalah pemangku kepentingan sumber daya genetik pertanian khususnya anggota Komisi Nasional Sumber Daya Genetik serta para pemangku kepentingan lainnya di luar Komisi Nasional Sumber Daya Genetik. Dalam sosialisasi ini materi yang disampaikan adalah (1) hasil pertemuan reguler ke-11 Komisi Sumberdaya Genetik untuk Pangan dan Pertanian; (2) hasil pertemuan The Intergovernmental Technical Working Group on Animal Genetic Resources for Food and Agriculture di Interlaken, Switzerland; dan (3) hasil sidang kedua Badan Pengatur Perjanjian Internasional Sumber Daya Genetik untuk Pertanian dan Pangan, di Roma, Italia. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan peserta sosialisasi untuk lebih menjelaskan hal-hal yang mungkin masih kurang difahami oleh peserta.
Dalam sosialisasi ini diundang sebanyak 50 orang peserta. Undangan terdiri dari Pengarah dan Pelaksana Harian Komisi Nasional Sumber Daya Genetik, serta para pemangku-kepentingan di luar Komisi Nasional seperti Departemen Kehutanan, Kementerian Riset dan Teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Hukum dan HAM dan Departemen Luar Negeri. Tiga pembicara utama dalam sosialisasi ini adalah wakil dari DELRI yang menghadiri ketiga sidang tersebut. Dr. Sutrisno menyampaikan hasil sidang reguler ke-11 CGRFA, Dr. Abdullah Bamualim menyampaikan hasil pertemuan ITW-AnGR dan Dr. Sugiono Moeljopawiro menyampaikan hasil sidang ke-2 GB-ITPGRFA.
Adapun hasil-hasil sidang regular ke-11 CGRFA antara lain:

  • Program Kerja Sumber Daya Genetik Ternak untuk Pangan dan Pertanian;
  • Laporan perkembangan Code of Conduct on Biotechnology yang berkaitan dengan sumber daya genetik untuk pangan dan pertanian;
  • Hal-hal yang bersifat sektoral dan lintas sektoral;
  • Kerjasama dan perjanjian dengan lain-lain organisasi internasional;
  • Program, kebijakan dan aktivitas FAO dalam keanekaragaman hayati pangan dan pertanian;
  • Multi Years Program of Work (MYPOW) CGRFA ditetapkan berjangka 10 tahun. Indonesia bersama Thailand (sebagai Vice Chair), Jepang dan Malaysia menjadi anggota MYPOW (Multi-Year Programme of Work);
  • Sumber Daya Manusia dan Finansial FAO untuk implementasi MYPOW. Indonesia bersama Thailand (sebagai Vice Chair), Jepang dan Malaysia menjadi anggota MYPOW (Multi-Year Programme of Work);
  • Reformasi operasional CGRFA;
  • Waktu dan tempat penyelenggaraan Sidang Reguler ke-12 CGRFA. Sidang ke-11 telah sepakat bahwa Sesi Reguler ke-12 CGRFA akan diselenggarakan pada kuartal III atau IV tahun 2009 di Roma, Italia.

Sedangkan hasil pertemuan International Technical Conference on Animal Genetic Resources (ITC-AnGR) yang diadakan di Interlaken adalah sebagai berikut:

  1. Penerbitan buku ”The State of the World’s Animal Genetic Resources for Food and Agriculture”, tentang kondisi AnGR atau Sumberdaya Genetik Ternak (SDG-T) di dunia
  2. Adopsi dari Global Plan of Action (GPA) for AnGR, termasuk Strategy Plan of Action dan Implementation and Financing, yang diangkat dari hasil evaluasi The State of the World’s Animal Genetic Resources for Food and Agriculture,
  3. Adopsi ”Interlaken Declaration” merupakan deklarasi politik sebagai refleksi komitmen berbagai negara dalam mengelola SDG-T untuk pencapaian ketahanan pangan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Adapun hasil-hasil sidang ke-2 GB-ITPGRFA adalah sebagai berikut:

  • Aturan pembiayaan dari Governing Body;
  • Implementasi strategi pendanaan dari traktat;
  • Pertimbangan penggunaan Material Transfer Agreement (MTA) oleh Pusat-Pusat Penelitian Pertanian Internasional (IARC) untuk PGRFA yang tidak termasuk dalam Annex I Traktat;
  • Adopsi prosedur dan mekanisme pelaksanaan untuk mendorong ketaatan  serta untuk memecahkan isu-isu ketidaktaatan;
  • Resolusi tentang prosedur dan mekanisme pelaksanaan ketaatan Governing Body;
  • Implementasi pasal 6 tentang pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetik tanaman;
  • Implementasi pasal 9 tentang hak petani;
  • Hubungan antara GB dengan CGRFA;
  • Laporan status kerjasama dengan organisasi internasional lainnya, termasuk kesepakatan antara GB dengan IARCS dan lembaga internasional relevan lainnya;
  • Kemungkinan pembentukan komisi penasehat teknik tetap;
  • Adopsi program kerja dan budget tahun 2008-2009;
  • Tanggal dan tempat pertemuan GB3, GB menyetujui permintaan Pemerintah Tunisia untuk dapat menjadi tuan rumah penyelenggaraan GB3 pada kuartal pertama tahun 2009;
  • Pemilihan ketua dan wakil ketua untuk GB3. GB telah memilih ketua dan wakil ketua untuk GB3. Godfrey Mwila (Zambia) terpilih sebagi ketua. Enam wakil ketua yang terpilih adalah: Sugiono Moeljopawiro (Indonesia), Anna Somerville (Australia), Campbell Davidson (Canada), Modesto Fernandez Diaz-Silvera (Cuba), Francois Pythout (Swiss) dan Hanaiya El-Itriby (Mesir).

Dari hasil kegiatan sosialisasi ini, dapat diambil kesimpulan:

  1. Sosialisasi ini merupakan salah satu komitmen Badan Litbang Pertanian dalam program mendukung pengelolaan sumber daya genetik Indonesia. Karena selama ini hampir tidak pernah dilakukan komunikasi penyampaian hasil-hasil sidang internasional oleh wakil Indonesia (anggota DELRI) kepada pemangku-kepentingan atau pengambil kebijakan maupun kepada legislatif, sehingga terjadi kesenjangan antara program internasional yang telah disepakati oleh DELRI yang terdahulu dengan program nasional;
  2. Dengan diselenggarakannya sosialisasi hasil-hasil sidang internasional seperti ini kepada pemangku-kepentingan maupun pengambil kebijakan, akan mengurangi kesenjangan informasi antara DELRI sebelumnya dengan DELRI berikutnya, dengan demikian memungkinkan DELRI berikutnya akan lebih memahami hal-hal yang sudah disepakati, maupun program yang sedang berjalan serta dapat mempersiapkan materi untuk persidangan berikutnya;
  3. Penyampaian hasil mengikuti sidang atau pertemuan internasional oleh anggota DELRI melalui sosialisasi kepada pemangku kepentingan dan para pengambil kebijakan serta legislatif perlu dilakukan agar ada kesinambungan dalam melanjutkan program yang sudah disepakati Indonesia di kancah internasional. Sosialisasi seperti ini sangat bermanfaat karena merupakan sumber informasi bagi pengambil kebijakan untuk menyusun program-program nasional yang akan dilaksanakan oleh pemangku-kepentingan dan eksekutif;
  4. Selama ini posisi Indonesia di dalam percaturan internasional masih belum optimal, oleh karena itu perlu lebih ditingkatkan dengan cara mempersiapkan dan membekali delegasi RI yang akan menghadiri pertemuan atau sidang internasional dengan kebijakan dan position paper;
  5. Dalam sidang-sidang internasional yang dihadiri wakil resmi Indonesia, Kepala Badan Litbang Pertanian menginginkan Indonesia mempunyai position paper , oleh sebab itu pada tahun 2008 Sekretariat Badan Litbang Pertanian sudah menyediakan dana untuk menyusun dan mempersiapkan position paper bagi delegasi RI yang akan menghadiri pertemuan internasional;
  6. Mengingat pentingnya dan manfaat sosialisasi seperti ini, Kepala Badan Litbang Pertanian juga menginginkan acara seperti ini dijadikan kegiatan reguler Badan Litbang Pertanian yang diselenggarakan setiap tahun. 

Saran-saran

  1. Badan Litbang Pertanian perlu membentuk tim kecil yang bertugas mempersiapkan bahan masukan dan position paper untuk disampaikan oleh delegasi RI dalam pembahasan sumber daya genetik tanaman dan hewan.
  2. Badan Litbang Pertanian juga perlu membentuk tim kecil untuk mempersiapkan bahan masukan dalam menyusun International Treaty on Animal Genetic Resources for Food and Africulture.
  3. Perlu melakukan sosialisasi hasil-hasil sidang CGRFA dan GB ITPGRFA serta pentingnya sumber daya genetik untuk pembangunan nasional dimasa datang kepada Para Pengambil Kebijakan di tingkat Nasional (Bina Graha, dan para Gubernur) serta Legislatif  (DPR-RI).
  4. Selain itu perlu melakukan sosialisasi tentang pelestarian dan pemanfaatn SDG serta peraturan perundang-undangan yang terkait secara rutin untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan akibat dari kurangnya pemahaman tentang peraturan tersebut kepada masyarakat luas.
  5. Sosialisasi seperti ini akan dilaksanakan oleh KOMNAS Sumber Daya Genetik dengan pendanaan dari Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
  6. Departemen Pertanian perlu mengingatkan segera Departemen Luar Negeri tentang kewajiban Pemerintah RI dalam membayar kontribusi kepada GB IT-PGRFA yang telah disepakati untuk tahun anggaran 2007 dan 2008.
  7. Untuk melestarikan sumber daya genetik yang tersebar di seluruh wilayah NKRI perlu didukung dengan pembentukan KOMDA Plasma Nutfah secara merata.
  8. Untuk melindungi sumber daya genetik Indonesia dari pemanfaatan secara illegal oleh negara lainnya maka undang-undang pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik perlu segera didorong pengesahannya segera.

Dalam kegiatan sosialisasi ini keterlibatan Peneliti dari lingkup Badan Litbang Pertanian sangat dominan. Sebagai pembicara Dr. Abdullah Bamualim adalah Peneliti Utama pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Ternak, Dr. Sugiono Moeljopawiro sebagai dan Dr. Sutrisno, masing-masing sebagai Peneliti Utama pada Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian. Sedangkan para undangan yang berperan aktif dalam sosialisasi antara lain Dr. Haryono, Dr. M. Herman, Prof. Dr. Subandriyo, Prof. Dr. Maharani Hasanah, semuanya adalah para peneliti dari Badan Litbang Pertanian.