Koordinasi Sistem Jaringan Konservasi SDG

Komisi Nasional Plasma Nutfah (KOMNAS) sejak tanggal 29 Desember 2006, sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 734/Kpts/OT.140/12/ 2006 berganti nama menjadi Komisi Nasional Sumber Daya Genetik. Adapun tugas utama KOMNAS antara lain: melaksanakan koordinasi, promosi, evaluasi dan menyampaikan saran kebijakan kepada Menteri Pertanian berkenaan dengan pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik (SDG) pertanian. Komposisi anggota KOMNAS tidak hanya berasal dari lingkup Departemen Pertanian namun juga dari Departemen Kehutanan, Departemen Kelautan dan Perikanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Perguruan Tinggi, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Tugas-tugas koordinasi KOMNAS selain untuk mengefektifkan pelaksanaan kegiatan komisi juga melaksanakan tugas khusus dari Menteri Pertanian dan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.


Pada tahun 2007, KOMNAS melaksanakan suatu kegiatan, yang berjudul Koordinasi Sistem Jaringan Konservasi Sumber Daya Genetik Pertanian yang tujuannya untuk membina jejaring kerja dan komunikasi, serta mengkoordinasikan kegiatan KOMNAS dengan Lembaga/Instansi yang terkait dengan SDG baik di tingkat daerah maupun nasional, sehingga tercapainya kesatuan tindak dan konseptual dalam pengelolaan SDG pertanian secara berkelanjutan.
Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, KOMNAS melakukannya melalui konsultasi, kajian, pertemuan-pertemuan koordinasi, dan diskusi. Pertemuan koordinasi, konsultasi dilakukan antara pengarah dan pelaksana harian, serta dengan para pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.
Dalam tahun 2007 ini kegiatan KOMNAS selain melaksanakan Koordinasi Sistem Jaringan Konservasi SDG Pertanian juga melaksanakan kegiatan Koordinasi Pengelolaan Database SDG Pertanian dan Peningkatan Kemampuan dan Kesadaran Pemangku Kepentingan dalam Pengelolaan SDG Pertanian. Kegiatan Pengelolaan Database melakukan dan memberikan pelatihan penggunaannya kepada pengelola database dari BPTP dan Komisi Daerah Plasam Nutfah (KOMDA), selain dari pada itu juga melakukan pengelolaan dan pemutakhiran situs KOMNAS dua kali setahun (April dan September). Sedangkan kegiatan Peningkatan Kemampuan dan Kesadaran Pemangku Kepentingan dalam Pengelolaan SDG Pertanian melakukan sosialisasi tentang pentingnya pengelolaan SDG Pertanian dengan berbagai cara seperti apresiasi, diskusi panel dan sosialisasi kepada para pemangku kepentingan di daerah untuk mendorong pembentukan KOMDA.
Keikutsertaan KOMNAS dalam percaturan SDG di tingkat internasional cukup diandalkan oleh Pemerintah RI dengan dipercayanya KOMNAS untuk memberikan berbagai masukan kepada delegasi RI (DELRI) yang akan menghadiri pertemuan-pertemuan internasional. Selain dari pada itu, beberapa anggota KOMNAS juga dipercaya dan ditunjuk menjadi anggota DELRI. Beberapa event internasional yang diikuti oleh anggota KOMNAS pada tahun 2007 antara lain adalah the 11th reguler session of Commission on Genetic Resources for Food and Agriculture pada bulan Juni di Roma, the International Technical Working Group of Animal Genetic Resources for Food and Agriculture di Interlaken, Switzerland pada bulan September 2007, dan the Second Meeting of Governing Body of International Treaty on Plant Genetic Resources for Food and Agriculture (ITPGRFA) pada tanggal 29 Oktober - 2 November 2007 di Roma.
Kegiatan lain yang dilaksanakan KOMNAS dalam tahun 2007 sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 67/Permentan/OT.140/XII/2006 tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Tanaman, adalah memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang berkaitan dengan permohonan izin pemasukan, pengeluaran dan eksplorasi SDG. Pada tahun 2007, KOMNAS memberikan saran dan pertimbangan kepada Kepala Badan terhadap beberapa permohohonan izin pemasukan dan pengeluaran SDG antara lain adalah SDG tanaman Kelapa Sawit dan Karet.