Lokakarya SDG Pertanian di Provinsi Maluku Utara

Pada tanggal 22 Desember 2015 tepat pukul 10.00 WIT, Wakil Gubernur Provinsi Maluku Utara Ir.M . Natsir Thaib membuka acara Lokakarya Sumber Daya Genetik Pertanian Provinsi Maluku Utara Tahun 2015 di Aula Halmahera 3 Bela International Hotel, Ternate. Acara diawali dengan tarian selamat datang bagi para tamu dan narasumber pusat dan dihadiri Kepala Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Prov. Maluku Utara, Sekretaris Korpri dan Pimpinan Perguruan Tinggi Se-Maluku Utara. Pada kesempatan ini Wagub dalam sambutannya mengatakan bahwa pembangunan di bidang Pertanian pada beberapa daerah di Indonesia masih belum berjalan maksimal termsuk di daerah Maluku Utara. kekayaan Sumber Daya Alam yang dimiliki Maluku Utara belum sepenuhnya mampu dikelola dengan baik khususnya di bidang Pertanian.

Pemerintah masih dilingkari oleh kegiatan berrsifat seremonial yang dari tahun ke tahun hanya bertahan pada pengumpulan dan pengelolaan data. “Pertanian kita akan tetap berjalan lambat kita masih lebih banyak kegiatan seremonialmya daripada kegiatan lapangan” demikian kata Wagub. Lanjut  wagub, Dan ini berarti perhatian besar yg diberikan oleh pemerintah pusat dan daerah belum juga mampu menjawab kendala-kendala tekhnis di lapangan.
Untuk itulah kita berharap ke depan tenaga-tenaga handal kita di bidang pertanian mampu mempelajari kelemahan-kelemahan yang dialami khususnya para petani dan mitra petani seperti potensi pasar dan produksi di lapangan.

Lokakarya sumber daya genetik pertanian yang di selenggarakan oleh Balitbangda tersebut akan menjadi sebuah forum penting dan bermanfaat bagi pemerintah untuk meningkatkan penguatan kelembagaan senegritas antara lembaga/instansi dalam pengelolaan SDG Pertanian di M.U. Dan dengan diadakan lokakarya ini diperoleh database tentang inventarisasi dan validitasi SDG Pertanian, memperoleh informasi tingkat keberagaman dan sebagai bahan untuk penyusunan kebijakan pengolalaan SDG Pertanian di Maluku Utara mendatang.

Wagub juga berharap agar forum lokakarya dapat melahirkan ide ide kreatif dalam upaya pengembangan SDG Pertanian. Kedepan nanti, kinerja pengelolaan SDG dapat lebih terintegrasi antar instansi karena SDG sebagai porensi daerah dengan karakteristik lingkungan” tutup Wagub.

Sumber berita:
Pusat Informasi Provinsi Maluku Utara