Kongres Komda V dan Seminar Nasional SDG 2014

Kongres Komisi Daerah (Komda) Sumber Daya Genetik (SDG) ke-V diselenggarakan di Denpasar Bali pada tanggal 24-26 Juni 2014, bersamaan dengan pelaksanaan Seminar Nasional SDG. Tema kongres dan seminar nasional SDG adalah ‘Pengelolaan SDG Lokal sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Daerah’. Kegiatan ini terselanggara atas kerjasama antara Komisi Nasional Sumber Daya Genetik (KNSDG) dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Selain bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dan membangun jejaring kerja antar Komda SDG maupun antara Komda-Komda dengan Komnas SDG, kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun persepsi yang sama antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan SDG lokal untuk kesejahteraan masyarakat dan mendorong roda ekonomi daerah, juga dalam rangka meningkatkan pertukaran sistem informasi pengelolaan SDG yang tepat, cepat dan bermanfaat untuk semua pemangku kepentingan.

Kongres dan seminar dihadiri oleh para perwakilan Komda SDG, Pemda (untuk provinsi yang Komda-nya belum terbentuk), peneliti, staf pengajar, mahasiswa dan para pemangku kepentingan dari berbagai lembaga yang terlibat dalam kegiatan pengelolaan SDG.


Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pelestarian dan pemanfaatan SDG memerlukan dukungan semua pemangku kepentingan, terutama di daerah yang memiliki sumber daya genetik lokal. SDG lokal ini perlu dimanfaatkan secara optimal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mendorong roda ekonomi daerah. Salah satu upaya tersebut adalah penguatan kemampuan pengelolaan SDG di tingkat daerah, antara lain melalui jejaring kerja antar lembaga pengelola SDG di seluruh Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, sampai dengan saat ini telah terbentuk sebanyak 19 Komda SDG tingkat provinsi dan dua Komda SDG tingkat kota dan kabupaten di Indonesia.
Penguatan jejaring kerja pengelolaan SDG dilaksanakan melalui beberapa pendekatan, antara lain tukar-menukar informasi antar Komnas SDG dan Komda-Komda SDG dengan memanfaatkan teknologi informasi, penyelenggaraan forum-forum diskusi dan seminar, serta kegiatan konggres SDG yang dilaksanakan secara berkala setiap dua tahun.
Sebelumnya pada pertemuan Kongres IV di Riau (Desember 2012), isu-isu yang dibahas meliputi: upaya perlindungan SDGPTEB, interoperabilitas database SDGPT, perlindungan SDGT melalui sistem PVT, serta isu terkait status, tantangan dan strategi penguatan pengelolaan SDG di Kaltim dan Bengkulu. Pada pertemuan Kongres V kali ini, beberapa topik yang dibahas meliputi: pengarusutamaan keanekaragaman hayati dalam pembangunan nasional 2015-2019, strategi nasional dan program pengelolaan keanekaragaman hayati, serta pengelolaan SDG lokal untuk pembangunan daerah.

Kongres dan Seminar Nasional SDG dibuka secara resmi oleh gubernur Bali Made Mangku Pastika, yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Bali. Dalam sambutan dan sekaligus penyampaian keynote speech, disampaikan bahwa provinsi Bali memiliki beragam potensi SDG yang dapat dimanfaatkan sebagai modal dasar pembangunan dalam rangka mensejahterakan masyarakat. Di sektor pertanian, salah satunya telah dikembangkan Sistem Pertanian Terintegrasi (SIMANTRI), yang merupakan upaya terobosan dalam mempercepat adopsi teknologi pertanian melalui pengembangan model percontohan dalam percepatan alih teknologi kepada masyarakat perdesaan. Simantri mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian dengan sektor pendukungnya baik secara vertikal maupun horizontal sesuai potensi masing-masing wilayah dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya lokal yang ada. Kegiatan utama Simantri adalah mengintegrasikan usaha budidaya tanaman dan ternak, di mana limbah tanaman diolah untuk pakan ternak dan cadangan pakan pada musim kemarau dan limbah ternak (feces, urine) diolah menjadi bio gas, bio urine, pupuk organik dan biopestisida.
Mengiringi pelaksanaan kongres dan seminar nasional SDG ini, dilakukan pula penyampaian National Action Plan SDG Ternak dan pemberian penghargaan kepada para petani pelestari SDG terpilih berdasarkan kriteria-kriteria tertentu.