Workshop Pengelolaan Keanekaragaman Hayati oleh Masyarakat

Pengelolaan keanekaragaman hayati (kehati) oleh masyarakat (Community Biodiversity Management – CBM) adalah suatu metode untuk membangun kelembagaan masyarakat dan memperkuat kemampuan mereka dalam konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan sumber daya genetik (SDG) tanaman. Konsep ini telah berhasil diterapkan dengan penyesuaian-penyesuaian di berbagai negara. Di Indonesia, salah satu implementasi dari konsep ini adalah pada proyek Conservation and Sustainable Use of Tropical Fruit Tree for Livelihood, Food Security and Environmental Services yang dilaksanakan oleh Balitbangtan (Puslitbang Hortikultura) bekerjasama dengan Bioversity International dan lembaga penelitian di Malaysia, Thailand dan India. Pelajaran yang dapat dipetik dari proyek ini adalah keberhasilan penerapan konsep CBM bertumpu pada partisipasi pemangku kepentingan baik pada tingkat nasional maupun pada tingkat lokal.

Sehubungan dengan hal tersebut, Komisi Nasional (Komnas) Sumber Daya Genetik pada tanggal 10 Oktober 2014 di Bogor telah menyelengarakan Wokshop Pengelolaan Keanekaragaman Hayati oleh Masyarakat dan Implementasinya pada Konservasi dan Pemanfaatan Berkelanjutan Tanaman Buah Tropika.
Komnas SDG yang diketuai oleh Kepala Balitbangtan dan Komda SDG memiliki tugas meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya sumber daya genetik, serta memasyarakatkan konsep-konsep pengelolaan sumber daya genetik secara berkelanjutan. Workshop tersebut dihadiri oleh 25 peserta dari kalangan pengambil kebijakan (stakeholder) yang terkait dengan pengelolaan keanekaragaman hayati dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan, IPB, UNPAD, Yayasan Kehati, dan Badan Litbang Pertanian. Acara ini bertujuan untuk:

  1. Membangun networking dengan para pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya genetik tanaman terutama tanaman buah tropika yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi di Indonesia,
  2. Berbagi pengalaman dalam pengelolaan keanekaragaman hayati,
  3. Menyusun konsep bersama tentang peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya genetik.

Acara ini dipimpin oleh sekretaris Komnas SDG (Kepala BB Biogen) Dr. Karden Mulya yang dalam arahannya menyampaikan bahwa dalam pengelolaan SDG / kehati sangat diperlukan network / link antar pengelola (stakeholder) agar dapat bekerja secara bersama-sama untuk menghadapi pihak luar yang sangat tertarik dengan SDG kita. Selain itu faktor ecological services dan kelembagaan masyarakat sangat penting dalam pengelolaan SDG lokal terutama untuk menghadapi perubahan iklim.

Kepala Puslitbang Hortikutura, Dr. Prafma Yufdi menyampaikan pengalamannya dalam menicngkatkan peran masyarakat (komunitas) dalam pengelolaan kehati tanaman buah tropika. Disampaikan bahwa peran masyarakat lokal, petani, kelompok tani, institusi lokal sangat penting untuk menjaga keberlanjutan SDG / kehati (buah tropika) dari ancaman kehilangan yang disebabkan oleh: praktek budidaya monokultur, deforestation, perubahan iklim, urbanisasi, perubahan penggunaan lahan dan perladangan berpindah.
Sementara itu Yayasan Kehati sebagai lembaga non pemerintah yang berdiri sejak tahun 1994, yang bekerja dengan tujuan untuk mengurangi ancaman terhadap keanekaragaman hayati Indonesia juga menyampaikan pengalamanya dalam kegiatan bersama masyarakat melakukan pengelolaan kehati pada ekosistem agro-hutan dan pesisir, serta pulau-pulau kecil.